Ririn Dwi Nurtyani sempat ditentang kuliah oleh ayahnya. Namun, ia yakin jika sudah rezekinya berkuliah pasti akan ada jalan.
Lahir dari seorang buruh, tidak membuat Ririn, menyerah untuk bermimpi meraih pendidikan tertinggi. Baginya, dengan pendidikan tinggi tersebut ia dapat mengubah nasib keluarganya menjadi lebih baik.
Meskipun awalnya sang ayah menentang keinginannya untuk berkuliah, namun dengan tekad yang kuat ia berusaha menyakinkannya. Ia percaya bahwa jika sudah rezeki pasti ada jalan untuk menempuhnya.
“Saya ingin melanjutkan merubah nasib keluarga yang sebelumnya cuma jadi pekerja seperti itu, melebihi pekerjaan orang tua saya,” ungkap Ririn di kediamannya di Terbah, Kec. Wates, Kab. Kulon Progo, Prov. D.I. Yogyakarta, Rabu (17/6).
Keluarga Ririn sendiri adalah keluarga yang sederhana. Ayahnya, Sutiono, bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak pasti.
Rezeki kemudian jatuh ke tangan Ririn. Ia tidak hanya berhasil kuliah, tetapi juga mendapatkan Beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100% atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) nol sehingga dapat berkuliah gratis. Ia merasa sangat bersyukur atas kemudahan itu.
Kini ia resmi menjadi mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada tahun 2025 dengan program studi S1 Ilmu dan Industri Peternakan, melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
“Saya merasa senang banget, karena biaya kuliah saya bisa terpotong 100% dan tidak membayar UKT sepeserpun, sehingga kebutuhan lain juga bisa dipenuhi dengan tidak membayar UKT tersebut,” jelasnya.
Ririn mengaku memilih jurusan S1 Ilmu dan Industri Peternakan disebabkan oleh kecintaannya pada hewan peliharaan, terutama hewan-hewan ternak. Di rumah ia bersama kedua orang tua merawat ayam, bebek, dan burung sebagai hobinya. Kesehariannya tersebut mendorong tumbuhnya minat dalam mengembangkan peternakan di kemudian hari.
“Saya menyukai hewan, terutama hewan-hewan ternak seperti ayam, bebek, dan sapi, sehingga punya minat dalam mengembangkan peternakan di kemudian hari,” ungkapnya. Pilihan program studinya tersebut juga disambut hangat oleh sang ibu, karena paham betul bahwa Ririn sangat senang dalam merawat hewan ternak.
Sejak duduk di bangku TK, Ririn sudah memiliki prestasi di bidang akademik dan non-akademik. Ibunya, Nur (47), mengungkapkan bahwa sejak kecil Ririn merupakan anak yang pintar dan berprestasi. Ia kerap menjadi juara kelas di sekolahnya dan menginjak masa SMA, Ririn turut menjadi bagian dari tim marching band SMAN 1 Wates, yang mengantarkan sekolahnya, menjadi juara 1 di tingkat Provinsi.
Dengan berbagai prestasi yang diraih Ririn tersebut membuat Nur mendukung penuh cita-cita Ririn untuk melanjutkan studi yang lebih tinggi.
Sumber: Website UGM dan Detik
MASUK PTN