Loading...
Jurusan Hukum Menyeramkan? Yuk Intip Mitos dan Fakta Jurusan Hukum.

SEPUTAR KULIAH

Jurusan Hukum Menyeramkan? Yuk Intip Mitos dan Fakta Jurusan Hukum.

Jurusan hukum kerap kali dipandang sebagai jurusan yang menyeramkan, sangar, penuh dengan unsur politik, suka demo-demo, suka bawa-bawa Undang-Undang, dsb. Ternyata itu semua hanyalah mitos, faktanya tidak seperti itu. Berikut beberapa mitos VS fakta jurusan hukum:

1. Mitos: Sarjana Hukum pasti kerjanya banyak yang jadi pengacara atau juga banyak yang jadi notaris.

Fakta: Untuk menjadi pengacara atau notaris harus menempuh pendidikan S1 Hukum dilanjutkan dengan pendidikan khusus untuk mendapat nomor registrasi yang legal.

 

2. Mitos: Mahasiswa program studi hukum harus menghafal undang-undang dan seluruh pasal-pasal yang ada di dalamnya.

Fakta: Mahasiswa hukum tidak harus menghafal semua isi UU. Tapi perlu memahami sejarah, filosofi, dan dasar-dasar dari dibuatnya suatu peraturan.

 

3. Mitos: Mahasiswa program studi hukum paling banyak menjadi aktivis semasa kuliah.

Fakta: Aksi demo oleh aktivis ini sebenarnya bertujuan untuk menyuarakan pendapat, bukan tindakan anarkis seperti yang dianggap oleh kebanyakan orang.

 

4. Mitos: Mahasiswa program studi hukum tidak perlu belajar matematika dan hitung-hitungan lainnya.

Fakta: Pasti bertemu matematika dan hitung-hitungan karena di hukum pasti mempelajari perhitungan hukum waris, urusan jual-beli, hingga pembagian harta gono-gini.

 

5. Mitos: Mahasiswa program studi hukum tampangnya sangar-sangar dan cara bicaranya tegas banget.

Fakta: Tidak semuanya seperti itu karena setiap orang mempunyai sifat dasarnya masing-masing. Tapi ketika membicarakan hukum memang perlu tegas dan jelas.

Baca Juga