Loading...
world-news

SEPUTAR KULIAH

Calon Mahasiswa Wajib Tau! Bedanya SKS, IP, dan IPK

Seringkali, mahasiswa baru dihadapkan pada istilah-istilah seperti SKS, IP, dan IPK yang mungkin membingungkan. Untuk memahami sistem pendidikan tinggi dengan lebih baik, mari kita telusuri perbedaan di antara ketiga konsep ini. Dalam artikel ini, kami akan merinci makna dan peran dari SKS, IP, dan IPK dalam pengalaman kuliah Anda.

a.       Sistem Kredit Semester (SKS)

SKS atau Sistem Kredit Mahasiswa adalah besarnya beban studi mahasiswa dalam satu semester. Jumlah SKS juga mengatur lamanya perkuliahan. Satu kredit SKS sama dengan satu jam pembelajaran per minggu, termasuk jeda istirahat selama 5-10 menit. Hanya dengan mengetahui jumlah SKS dalam suatu mata kuliah, kamu dapat menilai tingkat kesulitan dan beban materi yang akan kamu hadapi, apakah itu berat, ringan, sulit, atau cukup mudah.

b.       Indeks Prestasi (IP)

IP atau Indeks Prestasi didapatkan dari nilai rata-rata mahasiswa saat menjalani kuliah selama satu semester. IP merupakan merupakan laporan hasil studi setiap semester, dinilai pada skala 0.00 hingga 4.00 sesuai sistem penilaian perguruan tinggi di Indonesia. Perlu diingat, nilai IP memiliki signifikansi penting karena memengaruhi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Selain itu, IP juga memengaruhi jumlah mata kuliah yang bisa diambil pada semester berikutnya. Semakin tinggi IP, semakin banyak SKS yang dapat diambil.

c.       Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

GPA (Grade Point Average) adalah istilah dari IPK dalam bahasa Inggris, yang mencerminkan akumulasi nilai selama kuliah. Setelah lulus, kamu akan memiliki GPA dari awal hingga akhir studi, yang sering digunakan sebagai persyaratan minimal untuk pekerjaan atau studi lanjutan. Seperti IP, skala nilai GPA di perguruan tinggi di Indonesia berkisar antara 0.00 hingga 4.00.

Baca Juga