UTBK tak hanya tentang ujian tulis calon mahasiswa menembus PTN impian. Melainkan sebuah pertaruhan harapan yang diperjuangkan orang tua dengan peluh dan doa.
Di Pusat UTBK Universitas Brawijaya, Zamzam, seorang Ayah asal Kediri ini menempuh perjalanan panjang dengan sepeda motor demi mengantar putranya, Sultan. Demi momen ini, Zamzam rela menanggalkan seragam kantornya dan mengambil cuti dua hari.
“Ini tentang masa depan anak. Saya hanya ingin dia tahu bahwa ayahnya ada di sini, mendukung mimpinya sampai jadi nyata,” tuturnya.
Pemandangan berbeda terlihat di depan FEB. Pasangan suami istri, Sulastri dan Sunardi, tampak duduk tenang namun raut wajah mereka tak bisa menyembunyikan kecemasan. Mereka datang jauh-jauh dari Probolinggo sejak pukul 03.00 dini hari. Tahun ini adalah babak kedua bagi putra mereka, Fahat, yang sempat gagal di UTBK tahun lalu.
Dukungan juga tidak selalu berupa materi atau kehadiran fisik di hari ujian. Bagi Ardian, seorang pengemudi ojek online asal Sawojajar, perjuangan sudah dimulai jauh sebelum hari ini. Di sela-sela waktu mencari penumpang, ia kerap mengirimkan tautan informasi soal-soal UTBK kepada anaknya.
Kisah unik juga datang dari Ibu Rasinah. Nenek asal Bojonegoro ini datang memboyong keluarga besar demi mendukung cucu pertamanya, Khoirus. Tidak tanggung-tanggung, mereka menjadikan mobil sebagai “rumah sementara” untuk beristirahat selama di Malang.
Jadi terharu ya guys melihat orang tua dan keluarga peserta UTBK yang juga full support anaknya untuk meraih PTN impian. Bukan hanya anak yang berjuang dalam UTBK, tetapi orang tua juga ikut berjuang untuk mendorong serta memberikan semangat untuk anak-anaknya.
Semangat para pejuang UTBK dan PTN impian. Semoga lolos SNBT 2026.
Sumber: Sindo News Edukasi
MASUK PTN