Loading...
Capai 200 Lebih! Sebanyak Ratusan Siswa SMA/Sederajat di Jombang & Mojokerto Pilih Tidak Mengikuti TKA

BERITA KAMPUS

Capai 200 Lebih! Sebanyak Ratusan Siswa SMA/Sederajat di Jombang & Mojokerto Pilih Tidak Mengikuti TKA

Sebanyak 209 siswa tingkat SMA/SMK di Kabupaten dan Kota Mojokerto dipastikan tidak akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. 

 

Kasi PMA-PKLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, Imron Rosadi mengungkapkan, saat ini tercatat ada sebanyak 16.980 siswa SMA/SMK di Mojokerto Raya. Dari jumlah tersebut mayoritas diketahui telah mendaftar untuk mengikuti TKA. 

 

”Dari total 16.980 siswa di wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, sebanyak 16.771 siswa atau 98,77 persen telah mendaftar/ikut TKA, sedangkan 209 siswa atau 1,23 persen tidak mengikuti TKA,” katanya, Senin (12/10). 

 

Imron merinci, alasan 209 siswa memilih tidak mengikuti TKA tersebut cukup beragam. Ada yang sudah memutuskan untuk langsung bekerja setelah lulus, serta melanjutkan ke perguruan tinggi swasta yang tidak membutuhkan persyaratan nilai TKA. 

 

”Ada yang memang berencana tidak melanjutkan, ada yang berencana kuliah swasta, sekolah sudah mengupayakan untuk mengikutkan tapi memang tidak berkenan,” ungkapnya. Ia menambahkan, pelaksanaan utama TKA dan Asesmen Nasional (AN) jenjang SMA sederajat tahun 2026 akan digelar mulai 26 Oktober hingga 8 November mendatang. 

 

Sementara itu, sebanyak 350 siswa SMK di Kabupaten Jombang juga tidak mendaftar TKA 2026. Alasan ratusan siswa SMK tersebut tidak mendaftar TKA karena salah satu pertimbangannya adalah banyak yang berencana melanjutkan karier setelah lulus.

 

Sebagian siswa memilih langsung bekerja atau masuk industri sehingga tidak memerlukan hasil TKA untuk melanjutkan pendidikan.

 

’’Keputusan untuk mengikuti TKA pada akhirnya kembali kepada minat dan pilihan masing-masing siswa,’’ kata Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Siti Qomariyah, (29/9).

 

Sebagian lulusan SMK memilih langsung memasuki dunia kerja atau industri sehingga tidak berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang memerlukan hasil TKA.

 

Sumber: Radar Mojokerto dan Jombang Banget (Jawa Pos)

Baca Juga