Loading...
world-news

UNIVERSITAS AIRLANGGA - SOSIOLOGI


Akreditasi

A

Strata

S1

Perminatan

SAINTEK

Website

https://sosiologi.fisip.unair.ac.id

Sekilas Tentang SOSIOLOGI

SEJARAH

Perubahan masyarakat yang seringkali berlangsung secara cepat—sebagai  akibat dari pesatnya perkembangan berbagai perangkat teknologi, perubahan-perubahan demografik serta perbedaan faham ideologik, melahirkan berbagai dampak di berbagai segi kehidupan masyarakat. Untuk dapat memahami, menjelaskan dan bahkan hingga memecahkan berbagai persoalan yang dapat meredam berbagai bentuk kegoncangan yang ditimbulkan oleh perubahan-perubahan di masyarakat, diperlukan kehadiran Sosiologi. Secara historis, sosiologi lahir dari situasi krisis yang dihadapi masyarakat dan merespon kebutuhan-kebutuhan untuk memahami masyarakat yang tengah mengalami perubahan itu. Dengan demikian, perubahan masyarakat, kegoncangan sosial, atau krisis sosial merupakan laboratorium bagi kajian sosiologi, dan dengan seperangkat teoretisasi serta metodologisnya, para ahli sosiologi memiliki kemampuan untuk menganalisis serta mencari solusi atau pemecahan masalah yang tengah dihadapi oleh masyarakat, sekaligus juga mencarikan jalan keluar (wayout) dari berbagai situasi yang merugikan.

Mengantisipasi berbagai dampak perubahan masyarakat, maka senantiasa diperlukan tenaga ahli yang mampu menganalisis persoalan-persoalan sosiologis secara rinci dan cermat. Dalam rangka menghasilkan sarjana-sarjana Sosiologi yang memiliki kemampuan seperti itu, maka Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga perlu menyusun dokumen kurikulum Program Studi Sosiologi yang menjadi landasan bagi upaya untuk melahirkan Sarjana Sosiologi dengan kemampuan menganalisis dan memecahkan berbagai masalah sosial secara analitis dan kritis serta berkualifikasi cerdas, andal, dan cakap dalam melakukan berbagai kerja profesionalnya.

LAB

RUANG KULIAH

Ruang perkuliahaan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dilengkapi dengan sejumlah fasilitas antara lain LCD Proyektor, Komputer, AC, Microfon, dan Whiteboard. Ruang perkuliahan terdapat di Gedung A dan Gedung C.

RUANG BACA

Ruang baca Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dilengkapi dengan koleksi berbagai buku ilmu sosial dari berbagai program studi antara lain Sosiologi.

TAMAN DEMOKRASI

Taman Demokrasi merupakan salah satu tempat yang digunakan seluruh civitas akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik untuk menyuarakan aspirasinya.

GALERI SOSIOLOGI

Galeri Sosiologi merupakan tempat yang disediakan sebagai sarana bagi mahasiswa untuk berdiskusi maupun mengerjakan tugas maupun sekedar untuk bercengkerama satu sama lain.

AULA SOETANDYO

Aula Soetandyo Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik merupakan ruang pertemuan yang biasa digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan seminar, workshop, kuliah umum, talkshow, dll.

RUANG ADI SUKADANA

Ruang Adi Sukadana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik merupakan ruang pertemuan yang biasa digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan seminar, workshop, kuliah umum, talkshow, dll.

MUSHOLLA BAITUL FIKRI

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dilengkapi dengan sejumlah fasilitas di antaranya adalah mushola untuk beribadah bagi mahasiswa maupun karyawan muslim. Mushola difungsikan sejak pertengahan tahun 2015 ini diberi nama Baitul Fikri.
Bangunan yang didominasi oleh warna putih tersebut terletak di sebelah Utara Gedung A kampus FISIP.
Musholla FISIP, dilengkapi dengan:
– Tempat Wudhu yang nyaman
– Peralatan Shalat (Sajadah dan Mukena)
– Al-Quran
– Buku-buku rohani islam
– Kotak Amal

Program Studi
Pengantar Sosiologi

 

Melalui matakuliah ini para mahasiswa diha­rapkan dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang berbagai konsep sosiologik, seperti kehidupan masyarakat, norma atau kaidah sosial, sanksi dan model kontrol sosial lainnya, proses sosialisasi, pengelompokkan sosial dan bentuk struktural yang dijadikannya, stratifikasi sosial yang melahirkan status, pembagian peran sosial, proses‑proses sosial, perubahan sosial (berikut persoalan sebab serta akibatnya) dan masalah kependudu­kan.

 

Teknik Pendidikan Ilmiah

Matakuliah ini dipersiapkan untuk memberi pemahaman teoritik tentang beberapa model teknik penulisan, utamanya ilmiah. Selain itu, sejumlah latihan menulis secara akademik diberikan porsi secara memadai, sehingga para mahasiswa setelah mengikuti matakuliah ini mampu mengekspresikan ide, konsep dan teori dalam bentuk tulisan secara benar dan baik.

 

Dasar Metodologi Penelitian Sosial

Melalui matakuliah ini para mahasiswa diharapkan memperoleh bekal pengetahuan metodologi yang memadai dalam bidang penelitian sosial. Para mahasiswa akan mempelajari pengertian-pengertian dan dasar-dasar penelitian ilmiah, paradigma ilmu sosial  yang mendasari penelitian kuantitatif dan kualitatif, tipe-tipe penelitian dan model-model yang dikembangkan menurut tujuan dan kegunaannya, serta fungsi teori dalam penelitian. Mahasiswa juga akan mempelajari secara rinci prosedur penelitian ilmiah, mulai dari bagaimana merumuskan permasalahan / fokus penelitian dan hipotesis, penentuan subyek penelitian dan penarikan sampel, pemilihan teknik koleksi data dan pembuatan instrumen penelitian,  pengenalan lapangan dan berbagai permasalahan yang ditemuinya. Akhirnya, matakuliah ini juga mengajak mahasiswa untuk mempelajari teknik-teknik pengolahan dan disain pengujian, serta analisis data beserta argumentasi pemilihannya.

 

Tipologi Sosial

Matakuliah ini disajikan dengan maksud agar mahasiswa dapat belajar melakukan identifikasi berbagai tipe masyarakat menurut kharakteristika hubungan sosial atau pola hubungan sosial yang terdapat di dalamnya. Berbagai tipe yang pernah diajukan oleh berbagai sarjana di dalam berbagai kepustakaan ilmiah ilmu‑ilmu sosial diketengahkan di sini. Melalui matakuliah ini para mahasiswa diharapkan dapat mengenali berbagai faktor yang menentukan terjadinya perbedaan‑perbedaan tipe antara berba­gai satuan mesyarakat: mula‑mula secara teoritik, dan kemudian secara empirik dengan jalan mengamatinya di alam kenyataan melalui suatu acara observasi di lapangan

 

Pengantar Statistik Sosial

Mata kuliah ini berbobot 3 SKS dan diberikan dalam kurun waktu satu semester. Selain memberikan pengetahuan dan konsep dasar statistik,  mata kuliah ini juga memberikan pengembangan kemahiran kepada mahasiswa untuk melakukan analisis statistik yang bersifat sederhana (deskriptif) serta mengantarkan mahasiswa ke arah kemampuan dalam mengumpulkan, mengolah dan menyusun data serta melakukan analisis yang bersifat sederhana.

 

Statistik Sosial I

Mata kuliah ini diberikan dalam waktu satu semester dengan beban 3 SKS. Mata kuliah ini mahasiswa juga diberi kesempatan untuk mempelajari berbagai metode atau tes statistik yang lazim digunakan dalam statistik inferensial, meliputi; analisis untuk studi  estimasi, analisis hubungan antara dua variabel atau lebih seperti kasus korelasi ganda, korelasi parsial serta analisis regresi dan analisis komparasi baik untuk kasus sampel bebas maupun sampel berkorelasi/ berhubungan. Penggunaan program SPSS sebagai software untuk melakukan analisis data juga diperkenalkan dalam mata kuliah ini.

 

Sistem Sosial Budaya Indonesia

Konsep dasar sistem, masyarakat sebagai suatu sistem sosial,  masyarakat sebagai sistem sosial yang bersifat terbuka, input sistem sosial budaya  Indonesia, output sistem sosial budaya Indonesia, sub sistem politik dan perubahan kependudukan, perubahan penggunaan input tehnologi dan perubahan    subsistem  ekonomi, kemajemukan masyarakat Indonesia, integrasi sosial masyarakat Indonesia.

 

Sosiologi Pedesaan

Matakuliah ini dirancang agar para mahasiswa departemen sosiologi FISIP Unair mampu memahami desa dan masyarakat pedesaan secara sosiologis, baik dalam dimensi spasial, struktural maupun kultural serta mampu melakukan analisis secara empiris terhadap masalah-masalah aktual yang tumbuh dan berkembang seiring dengan berjalannya dinamika perkembangan desa dan masyarakat pedesaan di era reformasi. Secara rinci, pokok bahasan dalam Matakuliahini meliputi: (1). Perspektif teori dalam studi sosiologi pedesaan, baik teori struktural maupun kultural, (2) Perspektif metodologi dalam penelitian sosiologi pedesaan, baik metodologi kuantitatif maupun kualitatif, (3). Struktur sosial dan kebudayaan masyarakat pedesaan, (4). Proses produksi, distribusi dan konsumsi masyarakat pedesaan, (5) Ekologi manusia dan dinamika kependudukan masyarakat pedesaan, (6). Stratifikasi sosial masyarakat pedesaan, (7). Gerakan sosial masyarakat pedesaan. Selain perkuliahan secara klasikal, Matakuliahini juga akan memberikan tugas kepada mahasiswa tentang tinjauan kritis terhadap teori, metode dan hasil-hasil penelitian pedesaan.

 

Metode Penelitian Kuantitatif

Mahasiswa mampu melakukan kegiatan penelitian sosial sebagai kegiatan untuk mendapatkan kebenaran ilmiah dengan  pendekatan kuantitatif dan metode yang ada.

Mahasiswa mampu menemukan, memilih dan merumuskan suatu permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian beserta konsekuensi teori dan metode penentuan sampel  penelitian, metode pengumpulan data sampai dengan analisis secara kuantitatif dengan menerapkan statistik dan penggunaan SPSS dan menginterpretasikannya.

 

Sosiologi Kesehatan

Mata kuliah ini berbobot 3 SKS dan diberikan dalam kurun waktu satu semester.  Mata kuliah ini dipersiapkan untuk mendalami masalah seputar kesehatan, baik tradisional maupun modern. Pembahasan utama meliputi; pengertian sosiologi kesehatan berikut kontribusi dan peran sosiologi dalam menjelaskan fenomena kesehatan; konsep tentang perilaku kesehatan, persepsi sehat sakit, teori transisi kesehatan/epidimiologi, sistem pengobatan dan sejumlah isu pilihan tentang masalah kesehatan masyarakat, seperti kesehatan reproduksi, HIV/AIDS dan pelayanan kesehatan bagi penduduk lanjut usia serta model-model perilaku kesehatan.

 

Sosiologi Hukum

Mata kuliah ini berbobot 3 SKS dan diberikan dalam kurun waktu satu semester. Matakuliahini bermaksud memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada mahasiswa tentang bagaimana hukum dalam realitas sosial keseharian kehidupan masyarakat. Beberapa pokok bahasan yang hendak dikaji dalam mata ajaran ini adalah sebagai berikut:  (1) Lingkup Kajian Sosiologi Hukum, (2) Perspektif Teoritik dan Perintis Sosiologi Hukum, (3) Hukum dan Kaidah Sosial, (4) Kaidah Sosial, Hukum dan Tertib Sosial, (5) Kontrol Sosial, (6) Sosialisasi Kaidah Sosial  dan Kesadaran Hukum, (7) Efektifitas Hukum, (8) Hukum dan Stratifikasi Sosial, (9) Hukum dalam Perspektif  Struktural Fungsional dan Struktural Konflik, (10) Hukum sebagai Dunia Nilai, (11) Dualisme Hukum, (12) Hukum dan Dinamika Perubahan Masyarakat, (13) Batas-batas Kemampuan Hukum dan Upaya Pemberdayaannya dan (14)  Hukum dan Pembangunan

 

Sosiologi Pendidikan

Matakuliah ini mengajak mahasiswa belajar memahami ikhwal pendidikan (meliput juga proses dan fungsinya) sebagai suatu pranata. Pendidikan di sini tak hanya diartikan secara sempit sebagai pendidikan dan pengajaran formal di sekolah‑sekolah, akan tetapi juga secara luas sebagai fakta sosialisasi terhadap anak (baik oleh keluarga maupun oleh masyarakat) sebagaimana terjadi dalam konteks kemasyarakatan tertentu. Pokok‑pokok bahasa berki­sar pada ihwal siapa mengajarkan apa, kepada siapa, di tengah masyarakat apa, bilamana, serta untuk posisi sosial apa. Kaitan dengan variabel‑variabel sosial lain, seperti variabel strati­fikasi, mobilisasi, konflik nilai, dan perubahan kultural, ditelaah pula oleh para mahasiswa peserta matakuliah ini

 

Sosiologi Gender

Melalui mata kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan mendasar dan menguasai pendekatan serta analisis gender untuk memahami interaksi sosial. Mahasiswa akan mendalami analisis gender, yaitu analisis yang merupakan dasar dari semua penjelasan tentang status, peranan dan interaksi sosial yang melibatkan laki-laki dan perempuan Dalam matakuliah ini mahasiswa akan mempelajari dan membahas konsep-konsep dasar tentang gender, seks, peran gender, berbagai paradigma yang mendasari analisis gender, teori-teori relasi gender, tipe-tipe Feminisme, metodologi berwawasan gender termasuk pendekatan epistemologi dan strategi penelitian gender, pendekatan gender terhadap pembangunan serta analisis gender dalam berbagai bidang kehidupan.

 

Sosiologi Komunikasi

MatakuliahSosiologi Komunikasi ini dimaksudkan agar mahasiswa mengetahui, memahami dan  mengeksplorasi lebih jauh tentang komunikasi sebagai fenomena social. Sebagaimana fenomena sosial, komunikasi menarik dikaji bukan saja karena komunikasi menjadi salah satu variabel penting dalam kehidupan sosial, melainkan juga sebagai salah satu sub sistem di antara unsur-unsur sub-sistem lain dalam  masyarakat. Artinya, komunikasi yang dalam prosesnya semakin ditopang percepatan kemajuan teknologi telah dan akan menjadi variabel penting dalam proses perkembangan dan kemajuan (dinamika sosial) kebudayaan dan peradaban dalam kehidupan masyarakat.

 

Sosiologi Ekonomi

Matakuliah ini  mahasiswa mempelajari hubungan-hubungan yang erat antara variabel-variabel ekonomi dan variabel-variabel sosial. Mahasiswa akan diajak pula membahas proses-proses ekonomi yang pokok, seperti produksi barang dan jasa, proses distribusi dan penukarannya serta konsumsi. Selain itu juga didiskusikan kaitan antara ekonomi dan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.

 

Sosiologi Organisasi

Matakuliah ini memapar­kan konsep‑konsep pokok organisasi formal semacam itu menurut pendekatan sosiologi. Termasuk ke dalam pembicaraan adalah berba­gai teori terkemuka baik yang klasik maupun yang mutakhir. Berbagai metodologi yang lazim digunakan dalam penelitian sosiologi organisasi juga diketengahkan. Kajian Sosiologi Organisasi akhir‑akhir ini kian menarik perhatian umum, karena suatu kenya­taan: betapa—seiring dengan perkembangan masyarakat urban‑industrial—kehidupan manusia kian dipenuhi oleh kehadiran berbagai ragam organisasi.

 

Pranata Sosial

Matakuliah ini disajikan untuk memberikan pengenalan dasar tentang pranata atau institusi sosial, yang merupakan salah satu sendi utama kehidupan bermasyarakat. Beragam pranata sosial, seperti keluarga, nega­ra, agama, pendidikan, dan ekonomi, di antaranya, berkembang dalam masyarakat sebagai “wadah” kegiatan manusia yang mencoba memenuhi hajat hidup demi kelestariannya. Pembahasan pranata dalam matakuliah ini, secara khusus, tertuju kepada beberapa topik: pengertian pranata, fungsi pranata, dalam hubungannya dengan kebutuhan manusia, bentuk dan macam serta asal mula pranata, arah perkembangannya, dan masalah‑masalah yang timbul sepanjang proses perkembangan dan perubahannya.

 

Ekologi Kota

Mataajaran ini pertama-tama mengajak mahasiswa untuk memahami pengertian kota dari sudut pandang sosiologi dan geografi maupun klasifikasi-klasifikasi kota yang ada. Selanjutnya, mahasiswa diajak untuk mengetahui dan memahami bagaimana suatu kota menjadi besar akibat fungsi yang ada dan pengaruhnya terhadap daerah perkotaan itu sendiri maupun daerah sekitar kota, sehingga kota menjadi kota hirarkhi pertama dengan pengaruhnya terhadap kota-kota hirarkhi yang ada di bawahnya. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa mampu memahami pengaruh fungsi-fungsi yang ada di kota yang menyebabkan kota menjadi besar seperti keadaan sekarang ini. Selain permasalahan kota yang muncul sebagai akibat dari perkembangan daerah perkotaan, baik terhadap penduduk kota itu sendiri maupun wilayah sekitar kota, diketengahkan juga topic pembicaraan yang penting untuk diketahui dan dipahami oleh mahasiswa, seperti masalah dinamika gerak masyarakat kota, masalah urbanisasi, dinamika kota serta dinamika Wilayah Peri Urban.

 

Sosiologi Perkotaan

Materi yang dikaji dalam matakuliah ini berki­sar di seputar persoalan ciri‑ciri dan struktur masyarakat kota, berikut tipe‑tipenya, sejarah timbul­nya kota‑kota, berikut proses dan perubahan‑perubahan yang terjadi di dalamnya. Melalui berbagai pengalaman belajar, para mahasiswa diharapkan dapat mengana­lisis struktur, proses, dan perubahan masyarakat kota, khususnya yang merujuk  ke ikhwal perubahan kota‑kota di Indonesia pada abad 21 ini.  Beberapa tema lain, seperti masalah urbanisasi berlebih (overurbanisation), sampah, pedagang kaki lima, pencemaran, dan kesemrawutan kota, termasuk slums dan squatters, di antaranya, dibahas dan didiskusikan dalam rangka mengangkat isu aktual tentang masalah perkotaan.

 

Statistik Sosial II

Mata kuliah ini merupakan kelanjutan dari mata kuliah pengantar statistik sosial (deskriptif) dan statistik sosial I (inferensial). Mata kuliah ini diberikan untuk membantu mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan analisis di bidang penelitian sosial terutama ketika data yang diperoleh berskala nominal dan ordinal atau semikuantitatif dengan sampel kecil atau kasus yang terbatas. Akhirnya dalam mata kuliah ini mahasiswa diberikan bekal kemampuan untuk melakukan pembuktian hipotesis, interpretasi dan penarikan kesimpulan terhadap hasil analisis yang dilakukan.

 

Metode Penelitian Kualitatif

Matakuliah Metode Penelitian Sosial Kualitatif ini ditawarkan untuk memberi pemahaman teoritik tentang paradigma dan atau perspektif metodologi sosial. Selain itu, mahasiswa diajak untuk memahami berbagai varian penelitian kualitatif. Sasaran utama matakuliah ini adalah untuk memberi bekal kepada mahasiswa, utamanya menyangkut pemahaman tentang perspektif metodologi (kualitatif), interpretasi dan analisis data secara kualitatif. Karena itu, mahasiswa yang mengambil matajaran ini dituntut telah mengambil dan atau memiliki pengetahuan tentang teori-teori ilmu sosial termasuk sosiologi.

 

Masalah Sosial

Matakuliah ini utamanya dimaksudkan untuk mengenalkan berbagai perspektif dan atau pendekatan dan dimensi masalah-masalah sosial yang berkembang di masyarakat, baik skala lokal, nasional maupun skala internasional, kepada mahasiswa. Karena itu, matakuliah Masalah-masalah Sosial ini sebenarnya merupakan pengantar dan atau ‘pintu masuk’ bagi berbagai matakuliah lain, yang secara khusus membahas tentang berbagai masalah sosial yang dihadapi masyarakat. Materi matakuliah ini meliputi beberpa perspektif—biologi, psikologi, sosiologi/antropologi—tentang masalah sosial dan kajian tentang sejumlah masalah sosial, seperti masalah seputar seksualitas (pelacuran, pornografi, dan pelecehan seksual), kriminalitas, penyalahgunaan obat terlarang dan alkohol, dan berbagai bentuk konflik sosial, politik, etnik, dan domestik.

 

Sosiologi Keluarga

Mata kuliah ini berbobot 3 SKS dan diberikan dalam kurun waktu satu semester. Mendalami ikhwal pembentukan dan perkembangan keluarga, bentuk-bentuk keluarga, fungsi dan struktur keluarga, arah perkembangan keluarga, masalah-masalah yang dihadapi keluarga yang berpengaruh mendalam bagi kehidupan, baik bagi anggota keluarga itu sendiri maupun bagi anggota masyarakat secara luas.

 

Sosiologi Industri

Mata kuliah ini berbobot 3 SKS dan diberikan dalam kurun waktu satu semester.beberapa pokok bahasan yang hendak dikaji dalam mata ajaran ini adalah sebagai berikut:  (1) Lingkup Kajian Sosiologi Industri; (2) Jenis-jenis sistem produksi dan karakter hubungan  formal dan sosial; (3) Munculnya Industri di dunia; (4) Model Organisasi /Tingkah Laku manusia di Tempat Kerja; (5) Birokrasi Industri/Struktur Organisasi Industri; (6) Peran Buruh dan Hubungan Sosial; (7) Organisasi/Serikat Buruh; (8) Teori Gerakan; (9) Masalah Perburuhan di Indonesia; (10) Industri dan masyarakat; (11) CSR; dan (12) Globalisasi

 

Sosiologi Politik

Matakuliah ini merupakan bagian Sosiologi yang mengkaji pranata‑pranata politik. Lewat matakuliah ini para mahasiswa belajar menganalisis proses‑proses politik dalam kerangka pemikiran sosiologik. Perhatian mahasiswa, secara khusus, diarahkan untuk memahami dinamika prilaku politik sebagaimana dipengaruhi oleh berbagai proses sosial, seperti prilaku‑prilaku kooperasi, kompetisi, mobilitas, pembentukan opini umum dalam masyarakat, dan pergeseran kekuatan di kalangan kelompok‑kelompok, di antaranya.

 

Sosiologi Agama

Matakuliah ini bermaksud memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada mahasiswa tentang agama sebagai suatu fenomena sosial; bukan agama sebagai teologi. Beberapa pokok bahasan yang hendak dikaji dalam mata ajaran ini adalah sebagai berikut : (1) Konteks Studi Sosiologi Agama, (2) Teori Evolusi Agama, (3) Agama dalam Perspektif Teori Sosiologi Makro dan Mikro, (4) Agama dalam Perspektif Durkheiminian, (5) Agama dalam Perspektif Weberian, (6) Beberapa Teori tentang Agama, (7) Pelembagaan agama, (8) Agama dan Masyarakat : Interaksi antara agama dan nilai budaya masyarakat, (9) Sinkretisme, (10) Agama dan Perubahan Sosial : Posisi dan peran agama pada masyarakat transisional (global), (11) Agama, pluralism dan multikulturalisme, (12) Fenomena kemunculan aliran dan sekte dalam agama, (13) Agama dan Gerakan Sosial, (14) Agama dan Sekularisasi

 

Sosiologi Budaya

Matakuliah ini membahas kebudayaan sebagai hasil dari suatu konstruksi sosial yang, sebagai bangunan kebudayaan, telah dicapai dalam sistem sosial yang relatif mantap.  Berbagai pandangan sosiologis tentang kebudayaan, sebagai bagian dari realitas sosial tentang proses terbentuknya, unsur yang mengkontruksinya, peran dan pengaruhnya terhadap sistem sosial, menjadi menu kajian utama matakuliah ini.  Sekurang-kurangnya nama Weber, Marx, Simmel, Sorokin, Parsons, Ogburn, Bell, Lucacs, Berger, Habermas dan Etzioni, di antaranya, memperkaya persepsi tentang kebudayaan secara sosiologis.  Berbagai tema aktual yang menyangkut ‘struktur-kultur dan perubahan sosial’ menjadi pokok-pokok bahasan. Melalui kuliah ini, penerapan berbagai perspektif sosiologis tentang fenomena budaya, baik sebagai superculture, subculture maupun counter culture, dibahas secara detail.  Matakuliah ini, para mahasiswa, di samping memahami peran ‘kultur di tengah-tengah struktur, juga diharapkan mampu menyadari posisi dirinya sebagi subyek, sekaligus inovator, bagi kebudayaan masyarakatnya.

 

Sosiologi Kependudukan

Matakuliah ini menyajikan introduksi umum mengenai lingkup kajian demografi, variabel‑variabel demografi, dan sumber data demografi. Pembahasan utama bersangkut‑paut dengan kharak­teristik dan pertumbuhan penduduk Indonesia, berikut evaluasinya dari berba­gai sudut teori kependudukan yang berkembang sejak abad 17. Dalam matakuliah ini para mahaiswa diajak membicarakan ikhwal perkem­bangan variabel‑variabel sosial, ekonomi dan budaya yang banyak mempengaruhi perubahan‑perubahan struktur kependudukan, dalam kaitannya dengan apa yang disebut ‘demographic transition theory’. Pada akhirnya para mahasiwa diajak mempelajari dasar‑dasar pengantar ke arah pengetahuan  tentang estimasi, proyeksi dan perencanaan kependudukan.

 

Sosiologi Korupsi

Masalah korupsi (termasuk kolusi dan nepotisme) merupakan fenomena sosial yang berdampak cukup mendalam di berbagai bangsa. Matakuliah Sosiologi Korupsi ini ditawarkan untuk membantu mahasiswa dalam menganalisis berbagai masalah seputar korupsi, termasuk kolusi dan nepotisme, beserta berbagai akibat sosial, ekonomi dan politik. Fokus matakuliah ini menyangkut kajian tentang berbagai bentuk korupsi, kolusi, nepotisme, dan moneypolitics, latar belakang historis, berbagai akibat sosial-ekonomi-politik korupsi, utamanya di Negara-negara Berkembang, dan berbagai alternatif penanganan dan atau pemecahan masalah korupsi.

 

Metodologi Penelitian Kuantitatif Terapan

Matakuliah Metode Penelitian Sosial Kuantitatif Terapan  merupakan matakuliah yang memberikan pemahaman praktis tentang penelitian social kuantitatif. Untuk itu, mahasiswa diajak untuk membuat proposal sampai pembuatan laporan penelitian kuantitatif, termasuk menyusun argumentasi (rationale), merumuskan permasalahan penelitian, menyusun kerangka berpikir atau teori (theoretical framework), hipotesis, populasi dan sample, teknik dan proses penggalian data dan menerapkan dalam penelitian yang sesungguhnya serta analisis data dengan menggunakan komputer.

 

Teori Sosial Klasik

Matakuliah ini mengemukakan arah pertumbuhan dan perkembangan teori‑teori sosiologi yang cepat berkembang dan tersebar pada akhir abad 19 dan awal abad 20, berikut segala pengaruhnya yang melahirkan pemikiran‑pemikiran reflektif tentang problema‑problema sosial pada waktu itu. Dalam matakuliah ini para mahasiswa diajak untuk mengkaji kenyataan yang mengungkap bagaimana periode revolusi industri (Inggris), revolusi sosial (Perancis) dan perkembangan alam pemikiran pada akhir abad 19 di Eropa, yang telah melahirkan dasar‑dasar teori‑teori sosial modern, sebagaimana dikemukakan antara lain oleh Auguste Comte, Herbert Spencer, Emile Durkheim, Karl Marx, Max Weber dan Vilfredo Pareto. Para mahasiswa, melalui matakuliah ini, diharapkan dapat memahami proses perkembangan tradisi teori klasik dan sejarah tentang perkembangan dari filsafat sosial hingga teori sosial.

 

Stratifikasi Sosial

Matakuliah ini para mahasiswa diajak mengulas strati­fikasi sosial sebagai gejala yang selalu ada dalam kehidupan bermasyarakat. Para mahasiswa belajar memahami bagaimana interaksi, interrelasi, dan interdepedensi sosial terjadi dalam jenjang‑jenjang tingkatan dengan segala dimensinya. Selain itu, tema-tema lain, yang menyangkut bagaimana proses terjadinya stratifikasi, dan bagaimana pula struktur stratifikasi itu, dimensi‑dimensi yang mendasari corak stratifikasi sosial (yang berbeda dari masyarakat ke masyarakat), berbagai teori stratifikasi (sekurang‑kurangnya dari Marx, Weber dan Parsons), serta metoda untuk mengukur stratifikasi, diulas dalam rangka memberikan perangkat analisis bagi para mahasiswa.

 

Masalah Kemiskinan dan Kesenjangan

Matakuliah ini bermaksud mengajak mahasiswa memperbincangkan dan mengkaji berbagai masalah kemiskinan, yang meliputi sifat-sifatnya yang hakiki, faktor penyebab, eksistensinya yang mungkin fungsional, manifestasi, indikator, pendekatan penanganannya, kebijakan-kebijakannya, berikut implementasinya yang diambil pemerintah untuk mengatasinya. Perbincangan tidak hanya membatasi pada kemiskinan sebagai masalah individu, komunits atau masalah nasional saja, tetapi juga sebagai masalah antarbangsa.

 

Perilaku Menyimpang

Matakuliah ini bermaksud hendak mengajak mahasiswa memahami masalah‑masalah kejahatan (termasuk pula kenakalan atau delikuensi yang dikerjakan anak‑anak). Akan dibicarakan di sini teori‑teori tentang sebab‑musababnya kejahatan dan mazdhab‑mazdhab kriminologi yang berkembang dari landasan teori‑teori ini. Dalam hubungan ini akan dibicarakan pula pertimbangan‑pertimbangan yang lazim diambil oleh para penegak hukum  ketika mereka menangani kejahatan, tinda­kan‑tindakan yang mereka tempuh dan perlakuan‑perlakuan yang mereka kerjakan untuk menghadapi pelaku‑pelaku kejahatan.

 

Masalah Sosial Anak

Mata kuliah ini secara khusus mengkaji berbagai kelompok anak yang rawan dan rentan menjadi korban penelantaran (neglect) dan tindak kekerasan (abuse) atau yang disebut kelompok anak rawan (Children in Need of Special Protetion). Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami Konvensi Hak Anak (KHA), Konvensi ILO No. 138 dan No. 182 dan UU Perlindungan Anak. Tetapi, juga faktor-faktor sosial-budaya penyebab terjadinya kasus penelantaran, dan tindak kekerasan berikut berbagai pendekatan penanganannya.

 

Masalah Transportasi Kota

Materi yang dikaji dalam matakuliah ini berki­sar di seputar persoalan transportasi kota, berikut tipe‑tipenya, sejarah transportasi kota, berikut proses dan perubahan‑perubahan yang terjadi di dalamnya. Melalui berbagai pengalaman belajar, para mahasiswa diharapkan dapat mengana­lisis struktur, proses, dan perubahan transportasi kota, khususnya yang merujuk  ke ikhwal perubahan trasportasi kota‑kota di Indonesia pada abad 21 ini.  Beberapa tema lain, di antaranya, dibahas dan didiskusikan dalam rangka mengangkat isu aktual tentang masalah transportasi kota.

 

Proposal Skripsi

Matakuliah ini diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa secara individu dalam mengaplikasikan dasar-dasar pengetahuan metodologikn yang telah dikuasainya. Lewat matakuliah ini pertama-tama mahasiswa belajar mengaplikasikan pengetahuan metodologi untuk membuat sebuah rancangan (design) penelitian yang lengkap: mulai dari usaha awal merumuskan masalah dan hipotesis, sampai kepada usaha akhir menetapkan rancangan analisis. Di samping itu mahasiswa juga dituntut untuk belajar mengaplikasikan pengetahun teoritik dalam kaitannya dengan masalah yang dipilih dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan rancangan penelitian yang sudah selesai dikerjakan dan dilaporkan dalam suatu bentuk kegiatan seminar kelas.

 

Metode Penelitian Kualitatif Terapan

Matakuliah Metode Penelitian Sosial Kualitatif Terapan ditawarkan untuk memberi pemahaman lebih lanjut tentang paradigma dan atau perspektif metodologi sosial kualitatif.  Selain itu, mahasiswa diajak untuk memahami berbagai varian penelitian kualitatif. Sasaran utama matakuliah ini adalah untuk memberi bekal kepada mahasiswa, utamanya menyangkut pemahaman lebih lanjut tentang perspektif metodologi (kualitatif), interpretasi dan analisis data secara kualitatif dalam bentuk laporan penelitian. Karena itu, mahasiswa yang mengambil matajaran ini dituntut telah mengambil dan atau memiliki pengetahuan tentang teori-teori ilmu sosial dan dasar metode penelitian kualitatif.

 

Teori Sosial Modern

Matakuliah ini mengemukakan teori‑teori sosial yang berkembang cepat pada akhir abad 20. Pembahasan dimulai dengan pertumbuhan teori struktural‑fungsional sebagaimana banyak diwarnai oleh Talcott Parsons dan Robert K. Merton, dan pula lahirnya aliran konflik yang sebenarnya juga terbilang aliran strukturalis sebagaimana ditokohi oleh Karl Marx dan Ralf Dahrendorf. Sejumlah aliran pascastrukturalis, seperti tradisi Frankurt, dengan tokohnya Theodor Adorno, Max Horkheimer, dan Jürgen Habermas, di antaranya, dan tradisi posmodern (Michel Foucault), merupakan topik-topik bahasan yang cukup mengedepan, utamanya dalam rangka memberikan pemahaman bagi para mahasiswa tentang kajian-kajian teori mikro.

 

Perubahan Sosial

Mata kuliah ini materinya dimulai dengan menjelaskan fenomena perubahan sosial sebagai suatu keniscayaan. Untuk itu, maka teori-teori perubahan sosial secara evolusioner dan neoevolusioner akan menjadi awal dari penjelasan mata kuliah ini. Materi berikutnya, selain akan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada mahasiswa terhadap konsep-konsep awal dan dasar tentang perubahan sosial, juga memperkenalkan perspektif-perspektif perubahan sosial seperti perspektif kultural, idiologis, struktural, evolusioner, dst. Selain itu, para mahasiswa juga diajak lebih jauh mengenal tokoh-tokoh ilmu sosial terutama yang juga banyak menjelaskan tentang fenomena perubahan sosial seperti August Comte, Herbert Spencer, Karl Marx, Max Weber dan lain-lain..

 

Tema dan Perspektif dalam Sosiologi

Matakuliah ini membahas tema-tema pokok dalam sosiologi kontemporer. Pembahasan atas tema-tema tersebut dilakukan dengan menggunakan perspektif yang beragam dari yang bertradisi makro hingga mikro. Kegiatan kuliah meliputi diskusi di kelas, kegiatan lapangan dan seminar. Matakuliah ini sangat bermanfaat bagi mereka yang (utamanya) sedang mempersiapkan skripsi.

 

Tenaga Kerja dan Mobilitas

Matakuliah ini memberikan gambaran umum mengenai masalah tenaga kerja (man power), berikut  konsep-konsep dasar dan metode untuk menganalisanya. Partisipasi angkatan kerja (labour force participation) diberikan perhatian khusus, mengingat kelompok ini merupakan kelompok produktif secara sosial-ekonomi. Perbincangan tentang mobilitas penduduk, termasuk mobilitas angkatan kerja, baik permanen maupun sirkulasi dan berbagai permasalahannya merupakan topik-topik yang penting dalam matakuliah ini.

 

Masalah Lanjut Usia

Mata kuliah ini menjelaskan dan menganalisis transisi penduduk yang  terjadi di sebagian negara-negara berkembang, sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari keberhasilan pembangunan terutama bidang kesehatan. Indonesia menjadi salah satu kasus yang dibahas secara intens. Akibat perbaikan bidang kesehatan dengan segala infrastruktur dan sarana Penunjangnya,harapan hidup penduduk menjadi meningkat. Tahun 2005 rata-rata angka harapan hidup penduduk Indonesia mencapai 64,5 tahun.Tahun 2010 diprediksi naik menjadi 67,4 tahun dan tahun 2020 menjadi 71,1 tahun. Permasalahan penduduk lanjut usia ini muncul karena, sebagian besar di antara mereka tidak memiliki jaminan sosial seperti uang pensiun.Di pihak lain, anak –anak dewasa justru meningalkan orang tuanya pada saat Lansia membutuhkan

 

Teori Postmodern

Salah satu perspektif dalam kajian sosiologi kontemporer (akhir-akhir ini), di samping Posmodernisme, Sosiologi Fenomenologi dan Pascastrukturalisme, adalah Teori Kritis.  Matakuliah ini mengkaji perspektif Sosiologi Kritis secara lebih khusus, sebab berbagai perubahan sosial yang menyertai proyek modernisasi, baik di negara maju maupun di negara berkembang, membawa implikasi sosial yang rumit dan tak terprediksikan sejak mula oleh teori-teori sosial tradisional. Teori Kritis melakukan reinterpretasi secara kreatif terhadap teori Marx (dan Weber) untuk mengkritisi situasi sosial masyarakat kapitalisme-industrial.  Kajian tersebut tentunya memiliki relevansi logis dalam rangka untuk melihat perubahan sosial di Negara Berkembang yang cenderung bergerak ke arah yang sama.  Berbagai tema, seperti ‘reifikasi’, ‘teknokratisme’ dan ‘paradoks modernitas’, di antaranya, menjadi pokok-pokok kajian utama matakuliah ini.  Meskipun Teori Kritis sering diidentikkan dengan Mazhab Frankfurt (Adorno, Horkheimer, Marcusé dan Habermas), kajian dalam matakuliah ini diperluas perspektifnya dengan melibatkan sejumlah tokoh lain, seperti Erich Fromm, Georg Lucacs, dan C. Wright Mills, di ataranya.  Selain itu, perdebatan antara Teori Kritis dan Posmodernisme juga menjadi pembahasan menarik dalam matakuliah ini.

 

Sosiologi Pembangunan

Mata kuliah Sosiologi Pembangunan ini secara umum akan membahas (dan sejauh mungkin juga menganalisis) tentang bagaimana aktifitas-aktifitas pembangunan di masyarakat dilihat dari perspektif sosiologi. Sebagaimana diketahui bahwa dalam kehidupan sehari-hari kegiatan pembangunan, baik yang dilakukan masyarakat (dan terutama yang diprakarsai) negara (dan seringkali menggandeng pihak swasta) tidak saja menghasilkan sejumlah kemajuan-kemajuan dan perbaikan-perbaikan sebagaimana diniatkan pembangunan; namun acapkali juga mengakibatkan efek samping yang justru kurang menguntungkan dan merugikan masyarakat. Alih-alih masyarakat hidupnya menjadi semakin baik dan makmur, namun justru sebaliknya: distorsi pembangunan. Artinya, kehidupan masyarakat tetap tidak berubah, tetap miskin, masih saja marjinal, tak berdaya dan bahkan justru semakin miskin, semakin lemah, semakin tergantung dan dalam banyak hal menjadi korban pembangunan akinat penggusuran-penggusuran atas nama pembangunan.

 

Masalah Ketenagakerjaan dan Pengangguran di Dunia Berkembang

Matakuliah ini ditawarkan untuk memperkenalkan berbagai model, perspektif dan pendekatan yang lebih relevan untuk memahami masalah ketenagakerjaan dan atau fenomena pengangguran didunia berkembang. Topik-topik bahasan mata kuliah ini diantaranya menyangkut beberapa model dan atau perspektif ketenagakerjaan mulai dari labour force, Marxist hingga Underutilzation approach, model estimasi kesempatan dan penyerapan tenaga kerja (employment oportunity) dan (employment elasticity) dan model-model penanganan masalah pengangguran.

 

Isu Gender dan Hak Asasi Manusia (HAM)

Melalui matakuliah ini mahasiswa diharapkan memperoleh bekal pengetahuan. Matakuliah ini pada dasarnya merupakan kelanjutan dari mata kuliah sosiologi gender yang secara khusus membicarakan isu-isu dan atau masalah gender dalam kaitannya dengan pembangunan. Karena itu, teori‑teori pembangunan dibahas dalam kaitannya dengan analisis gender, perencanan pembangunan berwawasan gender dan analisis khusus dampak pembangunan terhadap wanita di berbagai sektor kehidupan, seperti di pedesaan, daerah suburban, di perkotaan, di sektor pertanian, sektor industri, dan sektor informal, diantaranya. Melalui  mata kuliah ini para mahasiswa diharapkan dapat memahami dan melakukan analisis gender sejalan dengan fenomena implementasi pembangunan,

 

Pembangunan Masyarakat dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Pembangunan terutama melalui industrialisasi, tidak selalu membawa kesejahteraan kepada masyarakat, namun acapkali juga (dan justru) menyebabkan terjadinya permasalahan-permasalahan sosial seperti marjinalsasi, ketimpangan dan polarisasi sosial, kemiskinan, kriminalitas, pelanggaran HAM dan distorsi-distorsi sosial lainnya. Mata kuliah ini akan memberikan wawasan, pemahaman dan ketrampilan kepada mahasiswa tentang konsep Corporate Social Responsibility (CSR) dan community development (Comdev) tidak saja dalam perspektif teoritik, melainkan juga dalam implementasi praktis dengan analisis atas sejumlah kasus-kasus yang pernah terjadi.

 

Masalah-Masalah Kependudukan

Matakuliah ini menyajikan gambaran komprehensif tentang masalah kependudukan Indonesia sebagaimana dipengaruhi oleh variabel-variabel demografi: fertilitas, mortalitas, mobilitas dan geografi penduduk. Kemudian berbagai masalah kependudukan dibahas dengan menggunakan cara pendekatan sistem. Terakhir dibahas dua kebijakan nasional yang telah ditempuh: program nasional kependudukan dan keluarga berencana serta usaha yang pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup.

 

Sosiologi Konflik dan Transformasi

Konflik merupakan suatu fenomena yang tak terelakkan dalam kehidupan masyarakat. Bahkan, konflik dapat menyebabkan suatu kehancuran suatu masyarakat, apabila tidak tertangani secara baik. Matakuliah ini membahas tentang berbagai model konflik dan menawarkan sejumlah pengelolaan dan atau solusi konflik yang berlangsung di masyarakat. Berbagai pengalaman tentang penanganan konflik di belahan dunia dipaparkan untuk memberikan sejumlah contoh tentang model-model pengelolaan konflik. Matakuliah ini, tak pelak, menjadi sangat penting sehubungan dengan situasi bangsa, baik Indonesia maupun dunia, yang seringkali berlangsung konflik sosial.

 

Rekayasa dan Perencanaan Sosial

Mata kuliah ini akan membahas tentang bagaimana pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, kependudukan dan perumahan direncanakan dengan baik dan benar.

 

Pengembangan Masyarakat

Mata kuliah Community Development menawarkan sejumlah materi kepada mahasiswa yang tertarik untuk menjadi ahli (skill) di bidang pembangunan masyarakat secara partisipatif. Untuk keperlu itu, akan ditawarkan sejumlah materi antara lain teori-teori pembangunan, modernisasi, teori – teori comdev, pemetaan sosial, modal sosial dan kearifan lokal, analisis sosial, mobilisasi gerakan, peranan stakeholder dalam pembangunan.

 

Analisis Jaringan Sosial

Mata kuliah Analisis Jaringan Sosial (Social Networking Analysis)  akan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada mahasiswa tentang kian pentingnya memahami dan mendayagunakan analisis jaringan sosial  terutama seiring dengan semakin mudah dan terbukanya akses aktor-aktor dalam masyarakat, juga karena fasilitasi teknologi informasi dan komunikasi dalam memahami fenomena sosial yang semakin problematik. Karena itu, pada mata kuliah ini akan membahas  tentang konsep jaringan sosial, teori-teori jaringan sosial, metode analisis jaringan sosial, implementasi jaringan sosial dan peruntukan praksis analisis jaringan sosial.

 

Sosiolinguistik

Mata kuliah Sosiolinguistik ini secara umum akan memahami dan  menganalisis tentang bagaimana aktifitas-aktifitas penggunaan bahasa di masyarakat dilihat dari perspektif sosiologi. Sebagaimana diketahui bahwa dalam kehidupan sehari-hari aktivitas berbahasa yang dilakukan masyarakat  tidak saja memudahkan interaksi, tetapi juga membawa simbol-simbol yang mengakibatkan  disinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

 

Pengembangan Skenario

Matakuliah ini menawarkan sebuah metode pembacaan masa depan.  Berbeda dengan metode lain yang dikenal sebelumnya, seperti prediction dan forcasting, Scenario Planning berpijak pada kecermatan mengidentifikasi kekuatan pendorong perubahan (driving forces) dan pada ketajaman menganalisis hubungan di antara ragam kekuatan pendorong itu terhadap focal concern  yang menjadi jangkar bagi percakapan tentang masa depan.  Scenario Planning dipakai secara luas di sector pemerintahan dan bisnis di banyak negara maju serta badan-badan dunia untuk mengantisipasi masa depan yang tak terduga.

 

Skripsi

Matakuliah ini bermaksud memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk secara mandiri memantapkan seluruh pengetahuan yang telah diperolehnya dalam bidang sosiologi melalui penelitian (kepustakan atau lapangan) dan menuliskannya dalam bentuk skripsi. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar, yang berwujud suatu kegiatan menyusun karya ilmiah dalam salah satu topik sosiologi yang telah digelutinya, dengan mengkonsultasikanya secara berkala kepada seorang dosen pembimbing. Acara kegiatan penelitian dan penulisan ini diakhiri dengan pemberian kesempatan kepada mahasiswa yang bersangkutan untuk mengemukakan karyanya itu secara lisan di hadapan sidang, dan mendiskusikannya.