Loading...
world-news

Ungkapan Interpersonal Materi Bahasa Inggris Kelas 11


Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa berinteraksi dengan orang lain. Dalam setiap interaksi, baik secara lisan maupun tulisan, kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi utama. Namun, komunikasi tidak hanya sekadar menyampaikan informasi — melainkan juga menjalin hubungan, mengekspresikan perasaan, dan menciptakan keharmonisan sosial. Di sinilah ungkapan interpersonal memainkan peran penting.

Ungkapan interpersonal merupakan bagian dari keterampilan berbahasa yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui ungkapan ini, seseorang dapat menunjukkan empati, rasa hormat, penghargaan, kasih sayang, maupun solidaritas terhadap orang lain. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang pengertian, jenis, fungsi, serta contoh penggunaan ungkapan interpersonal dalam berbagai konteks.

1. Pengertian Ungkapan Interpersonal

Secara sederhana, ungkapan interpersonal adalah ungkapan bahasa yang digunakan untuk menjalin dan memelihara hubungan sosial dengan orang lain. Tujuan utamanya bukan sekadar menyampaikan pesan faktual, melainkan membangun kedekatan emosional dan menjaga hubungan baik antarindividu.

Dalam ranah linguistik, ungkapan interpersonal termasuk ke dalam fungsi interpersonal language yang menekankan aspek sosial dan emosional komunikasi. Misalnya, ketika seseorang mengatakan, “Terima kasih atas bantuannya,” atau “Maaf ya, saya terlambat,” maka kalimat tersebut tidak hanya berfungsi informatif, tetapi juga menunjukkan kesopanan dan penghargaan terhadap lawan bicara.

Menurut Halliday (1978), fungsi interpersonal bahasa adalah salah satu dari tiga fungsi utama bahasa, selain fungsi ideasional (menyampaikan gagasan) dan fungsi tekstual (mengorganisasi pesan). Fungsi interpersonal berfokus pada bagaimana bahasa digunakan untuk membangun hubungan sosial dan mengekspresikan sikap pembicara terhadap pendengar.


2. Ciri-Ciri Ungkapan Interpersonal

Ungkapan interpersonal memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari bentuk komunikasi lainnya, yaitu:

  1. Bersifat emosional dan relasional – menonjolkan perasaan, sikap, dan hubungan antarindividu.

  2. Mengandung nilai kesopanan – menggunakan pilihan kata yang lembut, santun, dan menghargai perasaan orang lain.

  3. Bersifat kontekstual – makna ungkapan bergantung pada situasi dan hubungan pembicara dengan pendengar.

  4. Menggunakan bahasa nonverbal pendukung – seperti intonasi, ekspresi wajah, dan gestur tubuh.

  5. Tujuan utamanya bukan informasi, melainkan hubungan – fokus pada menjaga keharmonisan, bukan sekadar menyampaikan fakta.

Contoh:

  • “Selamat pagi, semoga harimu menyenangkan.”

  • “Maaf kalau tadi aku membuatmu kesal.”

  • “Terima kasih banyak, kamu benar-benar membantu.”

Kalimat-kalimat tersebut menonjolkan hubungan emosional, bukan sekadar isi pesan.


3. Fungsi Ungkapan Interpersonal

Ungkapan interpersonal memiliki beragam fungsi dalam kehidupan sosial, antara lain:

a. Membangun Hubungan Sosial

Bahasa berfungsi sebagai jembatan antara individu. Melalui ungkapan interpersonal seperti salam, ucapan terima kasih, atau pujian, hubungan sosial dapat tercipta dan dipelihara.

Contoh:

“Hai, senang sekali bisa bertemu lagi!”
“Kabar kamu gimana? Sudah lama tidak ngobrol.”

b. Menunjukkan Empati dan Kepedulian

Ungkapan interpersonal membantu seseorang menunjukkan rasa empati terhadap perasaan orang lain, seperti saat teman sedang sedih, kecewa, atau mengalami kesulitan.

Contoh:

“Saya turut berduka cita atas kepergian ayahmu.”
“Tenang saja, aku di sini kalau kamu butuh teman bicara.”

c. Menjaga Kesopanan dan Etika Berbahasa

Bahasa mencerminkan karakter seseorang. Dengan menggunakan ungkapan interpersonal yang sopan, seseorang menunjukkan rasa hormat dan menghargai orang lain.

Contoh:

“Permisi, boleh saya duduk di sini?”
“Mohon maaf atas keterlambatan saya.”

d. Mengurangi Konflik dan Menciptakan Keharmonisan

Ungkapan interpersonal sering digunakan untuk meredakan ketegangan atau memperbaiki suasana hati seseorang setelah terjadi kesalahpahaman.

Contoh:

“Saya paham maksudmu, mungkin tadi saya salah mengartikan.”
“Mari kita bicarakan baik-baik, pasti ada jalan keluarnya.”

e. Menunjukkan Penghargaan dan Apresiasi

Ucapan apresiatif seperti “Terima kasih,” atau “Kamu hebat,” dapat meningkatkan motivasi dan mempererat hubungan.

Contoh:

“Kamu luar biasa, hasil kerjamu sangat bagus.”
“Terima kasih atas kerja samanya, sangat berarti.”


4. Jenis-Jenis Ungkapan Interpersonal

Ungkapan interpersonal dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsi dan konteks penggunaannya:

a. Ungkapan Sopan Santun

Digunakan untuk menjaga tata krama dalam berkomunikasi, terutama dalam situasi formal.

Contoh:

  • “Permisi, apakah Bapak sudah makan?”

  • “Terima kasih atas waktunya, saya sangat menghargai.”

b. Ungkapan Simpati dan Empati

Dipakai untuk mengekspresikan perasaan peduli terhadap kondisi emosional orang lain.

Contoh:

  • “Saya turut prihatin atas musibah yang kamu alami.”

  • “Semoga kamu cepat sembuh dan bisa beraktivitas lagi.”

c. Ungkapan Pujian dan Apresiasi

Bertujuan untuk memberikan motivasi dan penghargaan atas prestasi seseorang.

Contoh:

  • “Kamu benar-benar berbakat, saya kagum dengan hasil karyamu.”

  • “Presentasimu tadi sangat menarik dan inspiratif.”

d. Ungkapan Permintaan Maaf

Digunakan untuk menunjukkan penyesalan atas kesalahan yang dilakukan.

Contoh:

  • “Maaf, saya tidak bermaksud menyinggung.”

  • “Saya minta maaf atas keterlambatan laporan ini.”

e. Ungkapan Terima Kasih

Bentuk penghargaan atas bantuan, dukungan, atau kebaikan orang lain.

Contoh:

  • “Terima kasih sudah membantu saya tadi.”

  • “Saya sangat menghargai waktu dan perhatianmu.”

f. Ungkapan Salam dan Sapaan

Berfungsi untuk membuka atau menutup percakapan dengan cara yang sopan dan hangat.

Contoh:

  • “Selamat pagi, apa kabar?”

  • “Sampai jumpa, semoga harimu menyenangkan!”

g. Ungkapan Persetujuan dan Dukungan

Menunjukkan bahwa seseorang sependapat atau mendukung ide orang lain.

Contoh:

  • “Saya setuju dengan pendapatmu.”

  • “Ide itu bagus, ayo kita coba bersama!”


5. Peran Ungkapan Interpersonal dalam Kehidupan Sehari-Hari

a. Dalam Lingkungan Keluarga

Ungkapan interpersonal memperkuat hubungan emosional antaranggota keluarga. Misalnya, orang tua mengucapkan “Terima kasih sudah membantu Mama,” atau “Ayah bangga padamu,” yang menumbuhkan rasa cinta dan penghargaan.

b. Dalam Lingkungan Sekolah

Guru dan siswa menggunakan ungkapan interpersonal untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman. Seorang guru yang berkata, “Bagus sekali, kamu sudah berusaha keras,” memberikan dorongan psikologis kepada siswanya.

c. Dalam Dunia Kerja

Komunikasi interpersonal yang baik di tempat kerja menciptakan lingkungan yang harmonis dan produktif. Ucapan seperti “Terima kasih atas kerja samanya,” atau “Kita bisa menyelesaikan ini bersama,” meningkatkan kolaborasi tim.

d. Dalam Kehidupan Sosial

Dalam masyarakat, penggunaan bahasa interpersonal menumbuhkan rasa saling menghargai dan memperkuat solidaritas sosial. Misalnya, saat memberi ucapan selamat ulang tahun, belasungkawa, atau doa bagi sesama.


6. Etika dalam Menggunakan Ungkapan Interpersonal

Meskipun terlihat sederhana, penggunaan ungkapan interpersonal harus memperhatikan etika dan konteks. Berikut beberapa prinsip yang perlu diperhatikan:

  1. Kesesuaian Situasi – Gunakan ungkapan yang tepat dengan kondisi dan hubungan dengan lawan bicara.

  2. Nada dan Intonasi – Ucapkan dengan intonasi yang ramah, tidak terkesan sarkastik atau merendahkan.

  3. Kejujuran – Sampaikan dengan tulus, bukan sekadar formalitas.

  4. Empati dan Sensitivitas – Perhatikan perasaan orang lain, hindari kata-kata yang bisa disalahartikan.

  5. Konsistensi – Jadikan kebiasaan positif dalam setiap interaksi, bukan hanya pada saat tertentu.


7. Contoh Ungkapan Interpersonal Berdasarkan Konteks

a. Konteks Formal

  • “Selamat pagi, Bapak/Ibu. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk pertemuan ini.”

  • “Mohon maaf jika ada kekeliruan dalam laporan kami.”

b. Konteks Informal

  • “Wah, keren banget hasil fotomu!”

  • “Maaf ya, tadi aku lupa bawa barangmu.”

c. Konteks Akademik

  • “Terima kasih atas bimbingan dan arahannya, Pak.”

  • “Saya sangat menghargai masukan yang diberikan.”

d. Konteks Sosial dan Budaya

  • “Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.”

  • “Turut berduka cita, semoga keluarga diberi ketabahan.”

e. Konteks Digital (Media Sosial)

  • “Terima kasih sudah mendukung proyek ini, teman-teman luar biasa!”

  • “Maaf baru balas, sinyal tadi sempat buruk.”


8. Pengaruh Budaya terhadap Ungkapan Interpersonal

Budaya memiliki pengaruh besar terhadap bentuk dan cara seseorang menggunakan ungkapan interpersonal. Dalam budaya Indonesia, misalnya, nilai kesopanan dan hormat terhadap orang yang lebih tua sangat dijunjung tinggi. Oleh karena itu, pemilihan kata seperti “Anda,” “Bapak,” “Ibu,” atau “Saudara” sering digunakan untuk menunjukkan rasa hormat.

Sementara itu, di budaya Barat, ungkapan interpersonal cenderung lebih langsung dan egaliter. Misalnya, menyapa dosen dengan nama depan (“Hi, John”) bisa diterima, sedangkan di Indonesia bisa dianggap kurang sopan.

Maka, penting bagi setiap individu untuk memahami konteks budaya dalam berkomunikasi agar ungkapan interpersonal yang digunakan tidak menimbulkan salah paham.


9. Manfaat Menguasai Ungkapan Interpersonal

Menguasai dan membiasakan diri menggunakan ungkapan interpersonal membawa banyak manfaat, antara lain:

  1. Meningkatkan keterampilan komunikasi – seseorang lebih mudah menyampaikan pesan dengan cara yang diterima baik oleh orang lain.

  2. Menumbuhkan empati dan kepekaan sosial – memahami perasaan dan sudut pandang orang lain.

  3. Membangun citra positif – dianggap sopan, ramah, dan mudah bergaul.

  4. Mengurangi konflik interpersonal – karena komunikasi yang baik mencegah kesalahpahaman.

  5. Mendukung kesuksesan profesional – kemampuan interpersonal sangat penting dalam dunia kerja dan kepemimpinan.

Ungkapan interpersonal bukan sekadar pilihan kata sopan, tetapi juga cerminan kepribadian dan nilai sosial seseorang. Melalui ungkapan seperti ucapan terima kasih, permintaan maaf, pujian, atau salam, kita membangun hubungan yang penuh empati, saling menghormati, dan harmonis.

Dalam era digital sekalipun, ketika komunikasi banyak dilakukan melalui teks, penting bagi kita untuk tetap menjaga aspek interpersonal ini. Kata-kata sederhana seperti “Terima kasih,” atau “Semoga harimu menyenangkan,” masih memiliki kekuatan besar dalam mempererat hubungan antarmanusia.

Dengan memahami dan membiasakan penggunaan ungkapan interpersonal, kita tidak hanya menjadi komunikator yang efektif, tetapi juga manusia yang beretika, berempati, dan beradab.

Sub Materi