Loading...
world-news

Ungkapan Interpersonal Materi Bahasa Inggris Kelas 10


Dalam kehidupan sosial, manusia tidak bisa lepas dari proses komunikasi. Setiap hari, kita berinteraksi dengan orang lain—keluarga, teman, rekan kerja, bahkan orang asing—melalui bahasa lisan maupun tulisan. Dalam proses komunikasi itu, terdapat elemen penting yang disebut ungkapan interpersonal. Istilah ini mengacu pada bentuk-bentuk ekspresi yang digunakan seseorang untuk membangun, memelihara, atau memperbaiki hubungan dengan orang lain.

Ungkapan interpersonal bukan sekadar kata-kata yang diucapkan, melainkan juga mencerminkan sikap, perasaan, dan nilai budaya seseorang. Misalnya, kalimat sederhana seperti “Apa kabar?” atau “Terima kasih banyak” memiliki makna sosial yang lebih dalam daripada sekadar permintaan informasi atau ucapan sopan. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai pengertian, fungsi, jenis, contoh, serta peran penting ungkapan interpersonal dalam kehidupan manusia modern.


1. Pengertian Ungkapan Interpersonal

Secara etimologis, kata interpersonal berasal dari dua kata: inter- yang berarti “antar” dan personal yang berarti “pribadi” atau “individu.” Jadi, ungkapan interpersonal dapat diartikan sebagai bentuk komunikasi yang terjadi antarindividu dengan tujuan membangun hubungan sosial.

Menurut para ahli linguistik dan komunikasi, ungkapan interpersonal adalah wujud bahasa yang digunakan untuk menyampaikan perasaan, sikap, atau emosi seseorang terhadap orang lain dalam konteks sosial. Ia berfungsi bukan hanya untuk bertukar informasi, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa saling pengertian, menghormati, dan empati.

Ungkapan interpersonal dapat muncul dalam berbagai bentuk—baik dalam kalimat langsung seperti “Maaf, saya terlambat,” maupun dalam tindakan nonverbal seperti senyuman atau anggukan kepala. Semua itu merupakan bagian dari sistem komunikasi interpersonal yang kompleks.


2. Fungsi Ungkapan Interpersonal dalam Komunikasi

Ungkapan interpersonal memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga harmoni hubungan sosial. Beberapa fungsi utamanya antara lain:

a. Membangun Hubungan Sosial

Ketika seseorang menyapa dengan ramah atau menanyakan kabar, tindakan itu bukan hanya sopan santun, tetapi juga menciptakan ikatan emosional. Ungkapan seperti “Senang bertemu lagi denganmu!” membantu membentuk suasana akrab antara pembicara dan lawan bicara.

b. Menunjukkan Empati dan Kepedulian

Ungkapan seperti “Aku turut berduka cita” atau “Aku tahu ini sulit bagimu” adalah contoh nyata penggunaan bahasa untuk menunjukkan empati. Melalui ungkapan seperti ini, seseorang berusaha memahami perasaan orang lain.

c. Menyelesaikan Konflik

Bahasa memiliki kekuatan untuk meredakan ketegangan. Kalimat seperti “Maaf, mungkin saya salah paham” atau “Mari kita bicarakan baik-baik” bisa menjadi jembatan penyelesaian konflik interpersonal.

d. Menumbuhkan Kepercayaan

Ungkapan interpersonal yang jujur dan hangat menciptakan rasa saling percaya. Misalnya, dalam dunia kerja, ungkapan “Saya menghargai kerja kerasmu” dapat memotivasi sekaligus membangun rasa saling menghormati.

e. Menjaga Etika dan Norma Sosial

Bahasa sopan dan penuh tata krama merupakan bagian dari budaya masyarakat. Dengan menggunakan ungkapan interpersonal yang sesuai, seseorang menunjukkan penghargaan terhadap nilai-nilai sosial.


3. Jenis-Jenis Ungkapan Interpersonal

Dalam praktiknya, ungkapan interpersonal bisa diklasifikasikan berdasarkan fungsi komunikatifnya. Berikut beberapa jenis utama:

a. Ungkapan Sapaan

Digunakan untuk memulai percakapan dan membangun keakraban.

  • Contoh: “Selamat pagi!”, “Hai, apa kabar?”, “Halo, lama tidak bertemu!”

b. Ungkapan Terima Kasih

Menunjukkan rasa syukur atau penghargaan.

  • Contoh: “Terima kasih atas bantuannya”, “Aku berutang budi padamu.”

c. Ungkapan Permintaan Maaf

Digunakan untuk mengakui kesalahan dan menjaga hubungan tetap baik.

  • Contoh: “Maaf telah membuatmu menunggu”, “Saya minta maaf atas ketidaknyamanan ini.”

d. Ungkapan Simpati dan Empati

Untuk mengekspresikan kepedulian terhadap keadaan orang lain.

  • Contoh: “Aku turut prihatin atas kejadian itu”, “Semoga kamu cepat sembuh.”

e. Ungkapan Pujian

Bertujuan memberikan penghargaan atau dukungan moral.

  • Contoh: “Kamu luar biasa hari ini!”, “Presentasimu sangat menginspirasi!”

f. Ungkapan Ajakan dan Saran

Berfungsi mengajak atau menyarankan dengan cara sopan.

  • Contoh: “Bagaimana kalau kita makan siang bersama?”, “Mungkin sebaiknya kamu istirahat dulu.”

g. Ungkapan Penolakan dengan Sopan

Menolak tanpa menyinggung perasaan orang lain.

  • Contoh: “Terima kasih atas undangannya, tapi saya sudah ada rencana lain.”


4. Ciri-Ciri Ungkapan Interpersonal yang Efektif

Agar sebuah ungkapan interpersonal dapat diterima dengan baik dan mencapai tujuannya, ada beberapa ciri penting yang perlu diperhatikan:

  1. Kontekstual – Harus disesuaikan dengan situasi, waktu, dan hubungan antar pembicara.

  2. Sopan dan Santun – Menggunakan bahasa yang halus dan tidak menyinggung.

  3. Tulus dan Jujur – Disampaikan dengan niat baik, bukan sekadar formalitas.

  4. Empatik – Mampu mencerminkan pemahaman terhadap perasaan lawan bicara.

  5. Relevan dan Singkat – Tidak bertele-tele, namun tetap bermakna.

  6. Didukung oleh Bahasa Tubuh – Ekspresi wajah, nada suara, dan gerak tubuh harus mendukung makna verbal.


5. Ungkapan Interpersonal dalam Konteks Budaya

Bahasa selalu dipengaruhi oleh budaya. Di Indonesia, misalnya, budaya ketimuran yang menjunjung tinggi sopan santun membuat ungkapan interpersonal sangat penting. Sapaan seperti “Permisi,” “Tolong,” dan “Terima kasih” dianggap sebagai bagian dari etika dasar.

Di sisi lain, budaya Barat cenderung lebih langsung. Kalimat seperti “You look great today!” atau “Good job!” sering diucapkan secara terbuka tanpa dianggap berlebihan.

Dalam budaya Jepang, bentuk-bentuk kesopanan bahkan diatur dalam sistem bahasa yang disebut keigo. Misalnya, ada perbedaan antara cara berbicara kepada rekan kerja sebaya dan kepada atasan. Ini menunjukkan bahwa ungkapan interpersonal juga merupakan cermin dari sistem sosial dan nilai-nilai yang dianut masyarakat.


6. Ungkapan Interpersonal dalam Dunia Pendidikan

Dalam dunia pendidikan, guru dan siswa menggunakan ungkapan interpersonal setiap hari. Bahasa guru yang positif dapat mempengaruhi motivasi dan kepercayaan diri siswa.

Contohnya:

  • Guru berkata, “Kamu sudah berusaha dengan baik, ayo kita coba lagi besok,” yang memberikan semangat tanpa membuat siswa merasa gagal.

  • Sebaliknya, ucapan seperti “Kamu salah terus!” dapat menurunkan rasa percaya diri.

Guru juga menggunakan ungkapan interpersonal untuk membangun kedisiplinan dan rasa saling menghormati. Dengan mengucapkan “Terima kasih sudah memperhatikan pelajaran,” guru menunjukkan penghargaan atas perilaku positif siswa.


7. Ungkapan Interpersonal dalam Dunia Kerja

Di lingkungan profesional, kemampuan menggunakan ungkapan interpersonal sering dianggap sebagai bagian dari soft skills yang penting. Cara berbicara dengan rekan kerja, atasan, atau klien dapat menentukan kualitas hubungan kerja.

Beberapa contoh penerapan di dunia kerja:

  • Memberi apresiasi: “Saya sangat menghargai ide Anda dalam rapat tadi.”

  • Menghadapi kritik: “Terima kasih atas masukannya, saya akan mempertimbangkannya.”

  • Bernegosiasi: “Saya mengerti pandangan Anda, namun mungkin kita bisa mencari jalan tengah.”

Komunikasi yang mengandung rasa hormat, empati, dan keterbukaan akan menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif.


8. Dampak Positif Penggunaan Ungkapan Interpersonal

Penggunaan ungkapan interpersonal secara tepat membawa berbagai dampak positif, di antaranya:

  1. Meningkatkan Kualitas Hubungan Sosial – Orang yang terbiasa berkomunikasi dengan ramah dan empatik cenderung memiliki hubungan yang lebih hangat.

  2. Mengurangi Konflik dan Kesalahpahaman – Bahasa yang sopan dan terbuka mencegah interpretasi negatif.

  3. Meningkatkan Kesehatan Mental – Interaksi positif dapat menurunkan stres dan meningkatkan rasa bahagia.

  4. Membangun Citra Diri yang Baik – Orang yang komunikatif dan sopan biasanya dianggap lebih profesional dan menyenangkan.

  5. Mendorong Kolaborasi – Dalam tim, komunikasi interpersonal yang sehat mempercepat proses kerja dan inovasi.


9. Tantangan dalam Menggunakan Ungkapan Interpersonal

Meski terlihat sederhana, menggunakan ungkapan interpersonal secara efektif tidak selalu mudah. Beberapa tantangan yang sering dihadapi antara lain:

  • Perbedaan budaya dan nilai: Apa yang dianggap sopan di satu budaya bisa dianggap dingin atau terlalu formal di budaya lain.

  • Keterbatasan emosi atau empati: Tidak semua orang mampu mengekspresikan perasaan dengan tepat.

  • Komunikasi digital: Dalam pesan teks atau media sosial, ekspresi wajah dan intonasi hilang, sehingga mudah terjadi salah tafsir.

  • Stres atau tekanan emosional: Saat marah atau kecewa, seseorang sering kehilangan kendali dan mengabaikan kesantunan berbahasa.

Untuk itu, diperlukan kesadaran dan latihan agar ungkapan interpersonal tetap efektif dalam berbagai situasi.


10. Cara Mengembangkan Kemampuan Menggunakan Ungkapan Interpersonal

Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:

  1. Belajar Mendengarkan Secara Aktif – Dengarkan lawan bicara dengan penuh perhatian, bukan hanya menunggu giliran berbicara.

  2. Gunakan Nada Suara yang Hangat – Intonasi sering lebih bermakna daripada kata-kata itu sendiri.

  3. Pilih Kata yang Tepat – Gunakan diksi yang sopan dan mudah dipahami.

  4. Perhatikan Bahasa Tubuh – Senyum, tatapan mata, dan postur tubuh dapat memperkuat pesan positif.

  5. Belajar dari Pengalaman – Evaluasi interaksi yang sudah terjadi dan pelajari cara memperbaikinya.

  6. Kenali Perbedaan Budaya dan Situasi – Sesuaikan gaya berbicara dengan konteks sosial.

Dengan latihan konsisten, kemampuan berinteraksi secara interpersonal akan meningkat dan membawa dampak luas dalam kehidupan pribadi maupun profesional.


11. Ungkapan Interpersonal dalam Era Digital

Perkembangan teknologi mengubah cara manusia berkomunikasi. Chat, email, dan media sosial telah menjadi bagian penting dari interaksi modern. Namun, komunikasi digital sering kehilangan unsur emosional yang biasanya ada dalam tatap muka.

Oleh karena itu, penggunaan emoji, tanda baca, dan pilihan kata menjadi penting untuk menggantikan ekspresi nonverbal. Misalnya:

  • “Terima kasih 😊” terasa lebih hangat daripada “Terima kasih.”

  • “Maaf ya, aku nggak sempat balas 😔” menunjukkan penyesalan yang lebih tulus dibandingkan tanpa ekspresi.

Namun demikian, penggunaannya tetap harus proporsional dan sesuai konteks. Dalam komunikasi formal seperti surat bisnis, ekspresi semacam itu mungkin tidak tepat.

Ungkapan interpersonal merupakan elemen penting dalam membangun komunikasi yang efektif. Ia berfungsi bukan hanya untuk menyampaikan pesan, tetapi juga untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara individu.

Melalui ungkapan seperti “terima kasih,” “maaf,” “selamat,” atau “semoga sukses,” manusia membangun jembatan empati yang memperkuat hubungan sosial. Dalam konteks kehidupan modern yang serba cepat dan digital, menjaga kehangatan interpersonal justru semakin penting agar manusia tidak kehilangan esensi kemanusiaannya.

Dengan memahami, melatih, dan menerapkan ungkapan interpersonal secara bijak, kita tidak hanya menjadi komunikator yang baik, tetapi juga pribadi yang mampu membangun kedamaian dan saling pengertian di tengah masyarakat yang beragam.

Sub Materi