Loading...
world-news

Teks Recount Materi Bahasa Inggris Kelas 10


Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, kita mengenal berbagai jenis teks yang memiliki tujuan dan struktur berbeda-beda. Salah satu jenis teks yang sering diajarkan sejak jenjang sekolah menengah adalah Recount Text atau teks recount. Jenis teks ini penting karena mengajarkan siswa bagaimana menceritakan kembali suatu peristiwa yang telah terjadi di masa lalu dengan urutan yang logis dan penggunaan tata bahasa yang tepat.

Teks recount tidak hanya bermanfaat untuk pembelajaran bahasa, tetapi juga untuk melatih keterampilan menulis naratif, kemampuan kronologis, serta ekspresi emosi dan pengalaman pribadi. Artikel ini akan membahas secara menyeluruh tentang teks recount—mulai dari pengertian, fungsi, struktur, ciri-ciri, jenis, langkah penulisan, hingga contoh teks lengkap beserta analisisnya.


1. Pengertian Teks Recount

Secara sederhana, Recount Text adalah teks yang berfungsi untuk menceritakan kembali pengalaman atau peristiwa yang telah terjadi di masa lampau. Kata “recount” berasal dari bahasa Inggris yang berarti “menceritakan kembali” atau “mengisahkan ulang”.

Dengan demikian, teks recount digunakan untuk menginformasikan kepada pembaca tentang apa yang telah terjadi, kapan, di mana, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu berlangsung. Fokus utamanya bukan pada imajinasi (seperti pada teks naratif), melainkan pada kejadian nyata atau pengalaman pribadi.

Menurut teori linguistik fungsional oleh Gerot & Wignell (1994), recount text termasuk dalam jenis teks yang memiliki tujuan sosial untuk “memberi informasi atau hiburan dengan menceritakan kembali pengalaman masa lalu”.


2. Tujuan Komunikatif (Social Function)

Tujuan utama dari teks recount adalah untuk menceritakan kembali kejadian atau pengalaman yang sudah terjadi, baik untuk menghibur, menginformasikan, maupun sekadar mendokumentasikan pengalaman pribadi.

Beberapa fungsi sosial teks recount antara lain:

  • Memberi informasi tentang pengalaman atau peristiwa tertentu.

  • Menghibur pembaca dengan kisah menarik dari masa lalu.

  • Mendokumentasikan peristiwa sejarah atau pengalaman penting.

  • Mengungkapkan perasaan dan refleksi pribadi terhadap suatu kejadian.


3. Struktur Umum (Generic Structure)

Teks recount memiliki struktur yang khas dan terorganisir. Secara umum, struktur teks recount terdiri dari tiga bagian utama:

a. Orientation (Pendahuluan)

Bagian ini memberikan pengenalan mengenai siapa, di mana, kapan, dan apa yang terjadi. Tujuannya untuk memberikan konteks awal kepada pembaca.

Contoh:

Last year, my family and I went to Bali for a vacation.

b. Events (Rangkaian Kejadian)

Bagian inti teks yang berisi kronologi atau urutan kejadian yang dialami. Biasanya ditulis berdasarkan urutan waktu (chronological order) dan menggunakan kata penghubung seperti then, after that, finally, dan sebagainya.

Contoh:

First, we visited Tanah Lot. Then, we went to Kuta Beach and enjoyed the sunset.

c. Reorientation (Penutup atau Kesimpulan)

Bagian ini berisi komentar pribadi, kesan, atau kesimpulan dari peristiwa yang diceritakan. Kadang bagian ini bersifat opsional.

Contoh:

It was one of the best holidays I’ve ever had. I will never forget it.


4. Ciri-Ciri Kebahasaan (Language Features)

Agar teks recount dapat dipahami dan sesuai dengan kaidah bahasa Inggris, terdapat beberapa ciri kebahasaan yang khas, antara lain:

  1. Menggunakan Past Tense
    Karena recount text menceritakan kejadian masa lalu, maka bentuk kata kerja yang digunakan adalah past tense (misalnya: went, visited, saw, was, were).

  2. Menggunakan Temporal Connectors (Kata Penghubung Waktu)
    Seperti: first, then, after that, finally, before, when, while, dll.

  3. Menggunakan Specific Participants
    Teks recount biasanya menyebutkan pelaku tertentu, misalnya my family, my friends, my teacher, dll.

  4. Mengandung Action Verbs (Kata Kerja Aksi)
    Misalnya: visited, watched, played, climbed, traveled.

  5. Mengandung Circumstances of Time and Place
    Menjelaskan waktu dan tempat kejadian, seperti yesterday, last year, in Bali, at the beach.

  6. Mengandung Personal Comments (Opsional)
    Terkadang disertai opini atau perasaan pribadi terhadap peristiwa tersebut, misalnya It was amazing, I felt so happy.


5. Jenis-Jenis Teks Recount

Menurut tujuan dan isinya, teks recount dapat dibedakan menjadi beberapa jenis:

a. Personal Recount

Menceritakan pengalaman pribadi penulis.
Contoh: pengalaman liburan, ulang tahun, atau kejadian sehari-hari.

b. Factual Recount

Menceritakan kejadian nyata berdasarkan fakta, sering digunakan dalam laporan, biografi, atau catatan peristiwa.
Contoh: laporan kunjungan ke museum atau kisah tokoh sejarah.

c. Imaginative Recount

Meskipun disebut recount, jenis ini bisa bersifat imajinatif dengan seolah-olah penulis mengalami peristiwa tertentu.
Contoh: menceritakan kembali pengalaman sebagai astronot di luar angkasa.

d. Historical Recount

Berisi peristiwa sejarah atau kejadian penting di masa lampau.
Contoh: peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.


6. Langkah-Langkah Menulis Teks Recount

Untuk menulis teks recount yang baik dan terstruktur, berikut beberapa langkah yang dapat diikuti:

  1. Tentukan topik atau peristiwa yang akan diceritakan.
    Misalnya: My trip to Yogyakarta.

  2. Tentukan tujuan penulisan (untuk menghibur, melaporkan, atau menceritakan pengalaman).

  3. Rancang struktur teks:

    • Orientation → siapa, di mana, kapan, dan apa yang terjadi.

    • Events → urutan kejadian secara kronologis.

    • Reorientation → kesimpulan atau komentar pribadi.

  4. Gunakan tata bahasa yang sesuai:

    • Past tense.

    • Kata penghubung waktu.

    • Kalimat aktif dengan kata kerja aksi.

  5. Edit dan revisi teks untuk memperbaiki tata bahasa, urutan peristiwa, dan kejelasan ide.


7. Contoh Teks Recount dan Analisisnya

Judul: My Unforgettable Trip to Yogyakarta

Orientation:
Last holiday, I went to Yogyakarta with my classmates. We joined a school study tour for three days. It was my first time visiting this beautiful city, and I was so excited.

Events:
On the first day, we visited Borobudur Temple. The temple was magnificent, and our guide explained its historical background. After that, we took some photos and bought souvenirs nearby.

The next day, we went to Malioboro Street. The street was full of people and traditional shops. I bought batik and some keychains for my family. At night, we enjoyed traditional food called gudeg. It tasted delicious!

On the last day, we went to Parangtritis Beach. The weather was sunny, and the scenery was amazing. We played on the sand and watched the sunset before returning to the hotel.

Reorientation:
The trip was very enjoyable and educational. I learned many new things about culture and history. I hope I can visit Yogyakarta again someday.


Analisis Struktur dan Kebahasaan

BagianIsiCiri Kebahasaan
OrientationSiapa, kapan, di manaPast tense, participants: I, my classmates
EventsUrutan kejadianTemporal connectors: first, after that, next, on the last day
ReorientationKesimpulan pribadiKomentar: enjoyable, educational, hope to visit again


8. Kesalahan Umum dalam Menulis Teks Recount

  1. Tidak menggunakan past tense dengan konsisten
    Banyak siswa mencampur present dan past tense.
    Contoh salah: “Yesterday, I go to school.”
    Benar: “Yesterday, I went to school.”

  2. Urutan peristiwa tidak logis
    Harus mengikuti kronologi waktu, bukan acak.

  3. Kurangnya kata penghubung waktu
    Tanpa kata seperti then, after that, finally, teks akan terasa datar dan membingungkan.

  4. Tidak ada reorientation atau kesimpulan
    Menutup teks dengan kesan pribadi akan membuat tulisan lebih hidup.


9. Tips Membuat Teks Recount yang Menarik

  • Gunakan kata sifat (adjectives) untuk menggambarkan suasana, misalnya: beautiful, amazing, crowded.

  • Sisipkan kalimat refleksi pribadi, seperti I felt nervous but happy.

  • Tambahkan detail kecil agar cerita terasa nyata.

  • Hindari kalimat terlalu pendek atau monoton.

  • Gunakan variasi kata penghubung waktu agar tidak berulang.


10. Pentingnya Mempelajari Teks Recount

Menguasai teks recount bukan sekadar untuk memenuhi tugas sekolah, tetapi juga berguna dalam berbagai aspek kehidupan, seperti:

  1. Meningkatkan kemampuan menulis naratif dalam bahasa Inggris.

  2. Melatih keterampilan berpikir kronologis dan reflektif.

  3. Membantu komunikasi lintas budaya dengan menceritakan pengalaman secara jelas.

  4. Mendukung penulisan akademik seperti laporan, jurnal, atau autobiografi.


11. Contoh Soal dan Latihan Singkat

A. Lengkapi Kalimat dengan Bentuk Past Tense yang Tepat

  1. Last night, we ____ (watch) a movie together.

  2. My father ____ (drive) us to the park yesterday.

  3. She ____ (not go) to school because she was sick.

  4. We ____ (enjoy) our trip to the mountains last week.

B. Buatlah Paragraf Pendek

Tulislah teks recount tentang pengalaman paling berkesan dalam hidupmu. Gunakan minimal 5 kalimat dan perhatikan struktur serta penggunaan past tense.


12. Contoh Recount Lain: Historical Recount

Title: The Proclamation of Indonesian Independence

On August 17, 1945, Indonesia declared its independence from colonial rule. The proclamation took place at Sukarno’s house in Jakarta. Sukarno, accompanied by Mohammad Hatta, read the declaration text in front of a small audience. Despite limited preparation, the event marked a historical turning point for the nation. The following days were filled with celebration and the spreading of news across the archipelago. It was a moment that changed Indonesia forever.

Analysis:

  • Type: Historical Recount

  • Tense: Past Tense

  • Purpose: To inform about a historical event

  • Structure: Orientation → Events → Reorientation


13. Recount Text dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Dalam konteks pembelajaran di sekolah, teks recount memiliki beberapa manfaat pedagogis:

  • Sebagai bahan latihan grammar: terutama past tense, adverbs of time, dan connectors.

  • Sebagai latihan menulis naratif non-fiksi.

  • Sebagai alat pengembangan kosakata terkait kegiatan, tempat, dan peristiwa.

  • Sebagai media ekspresi diri, di mana siswa dapat menulis pengalaman pribadinya dengan bebas.

Guru dapat mengajarkan teks recount melalui pendekatan komunikatif, seperti:

  • Menulis jurnal harian (daily diary).

  • Menulis laporan kegiatan sekolah.

  • Menceritakan pengalaman di depan kelas (oral recount).


Teks recount adalah salah satu jenis teks penting dalam Bahasa Inggris yang bertujuan untuk menceritakan kembali peristiwa masa lalu secara kronologis. Dengan struktur yang terdiri dari orientation, events, dan reorientation, teks ini melatih kemampuan menulis deskriptif dan kronologis sekaligus memperkuat penguasaan past tense.

Melalui latihan yang konsisten, siswa dapat mengembangkan kemampuan menulis yang baik, logis, dan ekspresif. Baik dalam konteks akademik maupun komunikasi sehari-hari, kemampuan menulis recount text membantu seseorang menyampaikan pengalaman dengan cara yang menarik dan bermakna.

Sub Materi