Loading...
world-news

Teks Hortatory Exposition Materi Bahasa Inggris Kelas 11


Dalam dunia pembelajaran bahasa Inggris, salah satu jenis teks yang memiliki fungsi penting dalam menyampaikan pendapat atau ajakan adalah Hortatory Exposition Text. Jenis teks ini sering muncul dalam konteks akademik, debat, pidato, hingga artikel opini di media massa. Tujuan utamanya adalah mempengaruhi pembaca atau pendengar agar setuju terhadap suatu pendapat dan melakukan tindakan tertentu.

Meski sering kali disamakan dengan Analytical Exposition Text, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada bagian akhir atau recommendation. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara menyeluruh apa itu teks hortatory exposition, struktur dan ciri kebahasaannya, fungsi komunikatif, hingga contoh dan langkah menulisnya dengan baik.

1. Pengertian Teks Hortatory Exposition

Secara umum, Hortatory Exposition Text adalah jenis teks yang bertujuan untuk mempersuasi pembaca atau pendengar agar melakukan sesuatu atau mempercayai sesuatu. Kata hortatory sendiri berasal dari bahasa Latin hortari yang berarti “mendorong” atau “mengajak.”

Dengan kata lain, teks ini berisi pendapat atau argumen penulis tentang suatu isu, disertai alasan logis dan ajakan di akhir untuk mengambil tindakan tertentu.

Definisi Menurut Para Ahli

  1. Gerot & Wignell (1994) mendefinisikan hortatory exposition sebagai teks yang berfungsi untuk mempengaruhi pembaca agar bertindak sesuai dengan pandangan penulis.

  2. Anderson & Anderson (1997) menyebutnya sebagai teks yang menyajikan argumen yang didukung fakta dan diakhiri dengan rekomendasi atau saran tindakan.

  3. Knapp & Watkins (2005) menekankan bahwa teks ini lebih bersifat evaluative dan directive, bukan hanya menjelaskan, tapi juga mengajak pembaca bertindak.

Tujuan Komunikatif

Tujuan utama dari teks hortatory exposition adalah:

  • Meyakinkan pembaca tentang pentingnya suatu gagasan.

  • Mendorong pembaca untuk bertindak atau berubah.

  • Memberikan saran atau rekomendasi berdasarkan argumen logis.


2. Perbedaan dengan Analytical Exposition

Meskipun sekilas mirip, hortatory exposition berbeda dengan analytical exposition. Berikut perbandingannya:

AspekHortatory ExpositionAnalytical Exposition
TujuanMengajak pembaca melakukan tindakan tertentuMeyakinkan pembaca bahwa suatu hal benar
Struktur AkhirDiakhiri dengan recommendation (saran)Diakhiri dengan reiteration (penegasan ulang)
FokusAjakan untuk bertindakAnalisis logis terhadap isu
ContohArtikel yang mengajak membuang sampah pada tempatnyaArtikel yang menjelaskan pentingnya kebersihan lingkungan


Contohnya, jika seseorang menulis tentang “Smoking Should Be Banned”, versi analytical exposition hanya menjelaskan bahaya rokok. Sedangkan versi hortatory exposition akan menambahkan bagian akhir seperti “Therefore, the government should ban cigarette advertisements and limit smoking areas.”


3. Struktur Teks (Generic Structure)

Struktur teks hortatory exposition terdiri dari tiga bagian utama:

a. Thesis (Pernyataan Pendapat)

Bagian ini berisi gagasan utama atau opini penulis mengenai topik yang dibahas. Biasanya, penulis memperkenalkan isu dan menyatakan posisi atau sikapnya terhadap isu tersebut.
Contoh:
“Nowadays, plastic waste has become one of the most serious environmental problems in the world. Therefore, people should reduce plastic usage in their daily lives.”

b. Arguments (Argumen)

Bagian ini berisi alasan logis dan bukti yang mendukung pendapat penulis. Setiap argumen biasanya dipisahkan dalam paragraf tersendiri dan dapat berupa fakta, data, kutipan, atau contoh konkret.
Contoh:
“First, plastic takes hundreds of years to decompose. Second, it pollutes oceans and harms marine animals.”

c. Recommendation (Rekomendasi)

Bagian terakhir berisi ajakan atau saran tindakan kepada pembaca. Ini adalah ciri khas yang membedakan teks hortatory exposition dari teks eksposisi analitis.
Contoh:
“Therefore, the government should promote the use of reusable materials and ban single-use plastics.”


4. Ciri Kebahasaan (Language Features)

Teks hortatory exposition memiliki ciri kebahasaan khas yang membedakannya dari jenis teks lainnya. Berikut penjelasannya:

  1. Use of Simple Present Tense
    Karena berisi fakta dan pendapat umum, teks ini ditulis dalam bentuk simple present tense.
    Contoh: People need clean water to survive.

  2. Use of Modal Verbs
    Kata kerja bantu seperti should, must, have to, ought to digunakan untuk memberi saran atau ajakan.
    Contoh: We should protect our environment.

  3. Connectives and Linking Words
    Digunakan untuk menghubungkan argumen secara logis, seperti firstly, secondly, moreover, however, therefore, consequently.

  4. Emotive Words (Kata Emotif)
    Kata-kata yang membangkitkan emosi pembaca, misalnya terrible, dangerous, wonderful, crucial.

  5. Use of Passive Voice
    Untuk menonjolkan tindakan atau keadaan daripada pelakunya.
    Contoh: Pollution is caused by careless human activities.

  6. Use of Abstract Nouns
    Seperti freedom, health, education, pollution, safety — karena teks ini sering membahas isu umum, bukan benda konkret.


5. Langkah-Langkah Menulis Teks Hortatory Exposition

Menulis teks hortatory exposition yang efektif membutuhkan tahapan sistematis agar pesan dapat tersampaikan dengan baik. Berikut langkah-langkahnya:

Langkah 1: Menentukan Isu

Pilih isu yang relevan, aktual, dan memiliki dua sisi (pro dan kontra). Misalnya:

  • Penggunaan media sosial di kalangan remaja.

  • Larangan kendaraan bermotor di pusat kota.

  • Kewajiban vaksinasi.

Langkah 2: Menentukan Pendapat

Ambil posisi yang jelas — apakah mendukung atau menolak isu tersebut.

Langkah 3: Menyusun Argumen

Tuliskan alasan logis yang mendukung pendapatmu. Gunakan data, contoh, atau kutipan untuk memperkuat argumen.

Langkah 4: Menulis Rekomendasi

Akhiri dengan ajakan yang kuat, misalnya saran kebijakan, perubahan perilaku, atau tindakan nyata.

Langkah 5: Menyunting dan Merevisi

Periksa kembali tata bahasa, struktur kalimat, serta koherensi antar paragraf.


6. Contoh Teks Hortatory Exposition

Title: Students Should Wear School Uniforms

Thesis:
Many people argue that wearing school uniforms limits students’ freedom of expression. However, school uniforms should be required because they promote equality, discipline, and school identity.

Arguments:
Firstly, uniforms help reduce social inequality among students. When everyone wears the same outfit, students are judged by their character and ability, not by their fashion or economic status.

Secondly, uniforms encourage discipline. By following school dress codes, students learn to respect rules and regulations that will benefit them in real life.

Thirdly, wearing uniforms strengthens the sense of belonging and pride. Students can easily be recognized as part of a school community and develop a collective identity.

Recommendation:
Therefore, schools should continue enforcing the use of uniforms to maintain discipline and equality among students.


7. Contoh Analisis Struktur dan Bahasa

BagianParagrafFungsiContoh Kalimat
ThesisParagraf 1Menyatakan pendapat utamaSchool uniforms should be required...
ArgumentsParagraf 2–4Memberikan alasan logisUniforms help reduce social inequality...
RecommendationParagraf 5Memberikan ajakanTherefore, schools should continue enforcing...


Dari segi kebahasaan, teks di atas menggunakan:

  • Simple Present Tense: “Uniforms help reduce…”

  • Modal Verb: “Should be required…”

  • Connective: “Firstly, secondly, thirdly, therefore”

  • Emotive Words: “Pride”, “belonging”, “discipline”


8. Fungsi Sosial dan Nilai Edukatif

Teks hortatory exposition tidak hanya melatih kemampuan menulis argumentatif, tetapi juga mengajarkan berpikir kritis dan empati sosial. Dalam konteks pendidikan, siswa belajar:

  • Mengungkapkan pendapat secara sopan dan logis.

  • Menghargai pandangan berbeda.

  • Menyusun argumen berdasarkan bukti, bukan emosi semata.

Selain itu, teks ini juga dapat digunakan untuk membangun kesadaran sosial terhadap isu-isu penting seperti lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan teknologi.


9. Kesalahan Umum dalam Menulis Teks Hortatory Exposition

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  1. Tidak Memiliki Struktur yang Jelas
    Banyak siswa menulis opini tanpa membedakan bagian thesis, arguments, dan recommendation.

  2. Argumen Tidak Didukung Fakta
    Argumen yang tidak logis atau tidak disertai bukti membuat teks kurang meyakinkan.

  3. Bahasa Tidak Formal
    Gunakan gaya bahasa akademis, bukan percakapan sehari-hari.

  4. Rekomendasi Tidak Jelas
    Hindari penutup yang menggantung. Sampaikan ajakan yang tegas dan spesifik.


10. Tips Agar Teks Hortatory Exposition Lebih Kuat

  • Gunakan data dan fakta aktual (misalnya hasil riset, berita, atau statistik).

  • Bangun argumen dengan urutan logis dari yang paling kuat ke paling lemah.

  • Hindari kalimat emosional tanpa bukti, seperti “everyone knows” atau “I think it’s bad.”

  • Gunakan transisi antar paragraf yang halus agar tulisan mengalir.

  • Akhiri dengan ajakan kuat yang menggugah pembaca untuk bertindak.


11. Contoh Tema Lain yang Dapat Digunakan

Berikut beberapa ide topik untuk latihan menulis teks hortatory exposition:

  • Online learning should continue after the pandemic.

  • Teenagers must limit their social media usage.

  • The government should ban plastic bags.

  • Public transportation should be improved.

  • Students should learn financial literacy at school.

Masing-masing topik dapat dikembangkan dengan argumen logis dan rekomendasi yang relevan.


Teks hortatory exposition merupakan bentuk tulisan yang bertujuan untuk mempersuasi pembaca agar setuju dan bertindak sesuai pendapat penulis. Dengan struktur yang terdiri dari thesis, arguments, dan recommendation, teks ini menjadi alat efektif untuk melatih berpikir kritis, logis, dan komunikatif.

Pemahaman mendalam terhadap struktur dan ciri kebahasaan akan membantu penulis menyampaikan gagasan dengan lebih meyakinkan. Dalam konteks pendidikan, teks ini juga berperan penting membentuk generasi muda yang berani berpendapat, menghargai logika, dan peduli terhadap isu sosial di sekitarnya.

Dengan menguasai teks hortatory exposition, kita tidak hanya belajar menulis dalam bahasa Inggris, tetapi juga belajar menjadi komunikator yang berpikir kritis, argumentatif, dan solutif — sebuah kemampuan penting di era modern yang dipenuhi informasi dan opini beragam.

Sub Materi