Dalam pembelajaran bahasa, terutama bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, kita mengenal berbagai jenis teks atau genre teks. Masing-masing teks memiliki tujuan dan struktur yang berbeda-beda — ada yang bertujuan untuk menceritakan, menggambarkan, meyakinkan, atau menjelaskan sesuatu. Salah satu jenis teks yang berfungsi untuk menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena adalah teks explanation atau dalam bahasa Indonesia disebut teks eksplanasi.
Teks explanation sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik di buku pelajaran, artikel ilmiah populer, berita sains, maupun dalam tayangan dokumenter. Misalnya, penjelasan tentang proses terjadinya hujan, gempa bumi, pelangi, hingga proses fotosintesis pada tumbuhan — semuanya termasuk dalam bentuk teks eksplanasi.
Pengertian Teks Explanation
Secara Umum
Teks explanation adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya atau terbentuknya suatu peristiwa alam, sosial, ilmiah, atau budaya, yang terjadi karena adanya hubungan sebab-akibat. Tujuan utama teks ini bukan untuk mengajak atau membujuk, tetapi untuk memberikan informasi secara faktual dan logis kepada pembaca tentang bagaimana dan mengapa sesuatu bisa terjadi.
Menurut Para Ahli
-
Macken-Horarik (1996) menyebutkan bahwa teks eksplanasi berfungsi untuk menjelaskan bagaimana atau mengapa suatu fenomena terjadi di dunia alami, sosial, atau budaya.
-
Gerot dan Wignell (1994) menyatakan bahwa teks explanation digunakan untuk menjelaskan proses yang terjadi secara alami atau sosial, yang memiliki tahapan sebab-akibat yang logis.
-
Dalam Kurikulum 2013, teks eksplanasi didefinisikan sebagai teks yang menjelaskan proses terjadinya atau terbentuknya fenomena alam atau sosial yang berkaitan dengan hukum sebab-akibat.
Jadi, secara garis besar, teks explanation adalah teks yang berisi uraian sebab dan akibat dari suatu proses fenomena yang terjadi di sekitar kita.
Tujuan Teks Explanation
Tujuan utama teks explanation adalah memberi penjelasan tentang suatu fenomena dengan cara yang sistematis dan ilmiah. Bukan untuk menghibur, meyakinkan, atau menceritakan pengalaman pribadi, melainkan agar pembaca memahami suatu peristiwa dari sudut pandang pengetahuan.
Contoh:
-
Menjelaskan mengapa langit tampak biru.
-
Menjelaskan bagaimana gunung berapi bisa meletus.
-
Menjelaskan mengapa terjadi pemanasan global.
Dengan membaca teks seperti itu, pembaca tidak hanya mengetahui bahwa sesuatu terjadi, tetapi juga memahami alasan di baliknya.
Ciri-Ciri Teks Explanation
Teks explanation memiliki ciri khas yang membedakannya dari jenis teks lain seperti teks deskripsi, narasi, atau eksposisi. Berikut ciri-ciri utamanya:
-
Bersifat informatif, bukan persuasif.
Artinya, teks hanya bertujuan memberikan penjelasan, bukan mengajak atau memengaruhi pembaca. -
Berisi fakta ilmiah atau logis.
Informasi yang disampaikan harus berdasarkan fakta atau teori ilmiah, bukan opini atau mitos. -
Menggunakan pola sebab-akibat (kausalitas).
Teks ini menjelaskan hubungan antara penyebab dan akibat dari suatu fenomena. -
Menggunakan istilah teknis.
Biasanya terdapat kosakata ilmiah atau teknis yang sesuai dengan topik, misalnya “evaporasi”, “kondensasi”, “erupsi”, dan sebagainya. -
Menggunakan konjungsi kausal dan kronologis.
Misalnya: karena, akibatnya, sehingga, kemudian, setelah itu, selanjutnya. -
Menggunakan kalimat pasif dan penjelasan proses.
Karena berfokus pada fenomena, bukan pelaku. -
Struktur sistematis.
Disusun berdasarkan urutan logis dari pernyataan umum hingga penjelasan rinci.
Struktur Teks Explanation
Teks explanation umumnya terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:
1. Pernyataan Umum (General Statement)
Bagian pembuka yang berisi penjelasan singkat tentang topik atau fenomena yang akan dijelaskan. Tujuannya untuk memberi gambaran umum agar pembaca memahami konteks sebelum masuk ke penjelasan detail.
Contoh:
Hujan merupakan proses jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi yang terjadi karena adanya siklus air. Fenomena ini penting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi.
2. Deretan Penjelas (Sequence of Explanation)
Bagian ini menjelaskan rangkaian sebab dan akibat dari suatu fenomena secara berurutan dan logis. Biasanya terdiri atas beberapa paragraf yang menjelaskan tahap demi tahap proses terjadinya peristiwa tersebut.
Contoh:
Proses terjadinya hujan diawali oleh penguapan air laut akibat panas matahari. Uap air tersebut naik ke atmosfer dan mengalami kondensasi membentuk awan. Ketika partikel air dalam awan menjadi berat, gravitasi menariknya turun sebagai butiran air yang disebut hujan.
3. Interpretasi atau Kesimpulan (Optional)
Bagian ini tidak selalu ada, namun sering digunakan untuk menutup teks dengan simpulan atau refleksi singkat mengenai fenomena yang dijelaskan. Bisa juga berisi penegasan ulang atau dampak dari peristiwa tersebut.
Contoh:
Dengan demikian, hujan merupakan bagian penting dari siklus air yang menjaga keseimbangan ekosistem di bumi.
Kaidah Kebahasaan Teks Explanation
Selain strukturnya, teks explanation juga memiliki kaidah kebahasaan khas, antara lain:
-
Menggunakan kata benda abstrak (abstrak noun): proses, peristiwa, kejadian, fenomena.
-
Menggunakan kata kerja material dan relasional, seperti: terjadi, menghasilkan, menyebabkan, mengakibatkan.
-
Menggunakan konjungsi kausalitas (penyebab-akibat): karena, sehingga, oleh sebab itu.
-
Menggunakan konjungsi kronologis (urutan waktu): pertama, kemudian, selanjutnya, akhirnya.
-
Menggunakan istilah ilmiah atau teknis sesuai topik.
-
Menggunakan kalimat pasif agar fokus pada fenomena, bukan pelaku.
-
Menggunakan waktu kini (present tense) bila dalam bahasa Inggris.
Jenis-Jenis Teks Explanation
Secara umum, teks explanation dibagi menjadi dua jenis:
-
Teks Eksplanasi Alam (Natural Explanation)
Menjelaskan fenomena alam seperti gempa bumi, hujan, petir, fotosintesis, dan sebagainya. -
Teks Eksplanasi Sosial (Social Explanation)
Menjelaskan fenomena sosial atau budaya, seperti kemacetan, urbanisasi, banjir akibat sampah, atau perkembangan teknologi.
Keduanya memiliki struktur yang sama, namun berbeda dalam objek penjelasan dan istilah yang digunakan.
Contoh Teks Explanation
Berikut contoh teks explanation berbahasa Indonesia dengan struktur lengkap.
Judul: Proses Terjadinya Hujan
Pernyataan Umum:
Hujan merupakan fenomena alam yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Tanpa hujan, manusia, hewan, dan tumbuhan akan kekurangan air. Proses terjadinya hujan merupakan bagian dari siklus air yang berlangsung terus-menerus di atmosfer bumi.
Deretan Penjelas:
Proses terjadinya hujan diawali oleh penguapan air (evaporasi) dari laut, sungai, dan danau akibat panas matahari. Uap air naik ke udara dan mengalami pendinginan sehingga berubah menjadi titik-titik air kecil yang membentuk awan. Proses perubahan wujud uap menjadi air disebut kondensasi.
Selanjutnya, partikel air dalam awan akan bergabung menjadi semakin besar. Ketika beratnya sudah melebihi gaya angkat udara, partikel air itu jatuh ke bumi sebagai hujan. Namun, apabila suhu udara di sekitar awan sangat rendah, tetesan air dapat membeku dan turun dalam bentuk salju atau hujan es.
Interpretasi:
Hujan merupakan hasil dari siklus air yang berlangsung secara berulang dan alami. Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya keseimbangan alam bagi kelangsungan kehidupan makhluk hidup.
Contoh Teks Explanation Lain (Fenomena Sosial)
Judul: Kemacetan Lalu Lintas di Kota Besar
Pernyataan Umum:
Kemacetan lalu lintas merupakan masalah umum di berbagai kota besar di dunia, termasuk Indonesia. Fenomena ini terjadi ketika jumlah kendaraan yang melintas melebihi kapasitas jalan yang tersedia.
Deretan Penjelas:
Kemacetan disebabkan oleh berbagai faktor. Pertama, meningkatnya jumlah kendaraan pribadi setiap tahun tanpa diimbangi dengan penambahan panjang dan kualitas jalan. Kedua, kurang optimalnya transportasi umum yang membuat masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi. Selain itu, perilaku pengemudi yang tidak tertib seperti berhenti sembarangan dan melanggar lampu merah turut memperparah kondisi jalanan.
Akibatnya, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama, konsumsi bahan bakar meningkat, serta polusi udara bertambah. Kemacetan juga berdampak pada produktivitas kerja dan kesehatan mental masyarakat.
Interpretasi:
Untuk mengatasi kemacetan, diperlukan upaya terpadu antara pemerintah dan masyarakat. Salah satunya dengan memperbaiki sistem transportasi umum, membatasi kendaraan pribadi, serta menegakkan hukum lalu lintas dengan tegas.
Langkah-Langkah Menulis Teks Explanation
Menulis teks explanation dapat dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:
-
Menentukan Topik atau Fenomena
Pilih topik yang menarik dan mudah dijelaskan secara ilmiah, misalnya: “Proses Terjadinya Gunung Meletus”. -
Mengumpulkan Informasi
Lakukan riset kecil dari buku, artikel ilmiah, atau sumber tepercaya. -
Membuat Kerangka (Outline)
-
Pernyataan umum
-
Deretan penjelas
-
Interpretasi atau kesimpulan
-
-
Menulis Draf Teks
Gunakan bahasa baku, logis, dan sesuai kaidah kebahasaan teks explanation. -
Merevisi dan Mengedit
Periksa ulang struktur, ejaan, serta kejelasan informasi.
Perbedaan Teks Explanation dengan Teks Lain
| Aspek | Teks Explanation | Teks Eksposisi | Teks Deskripsi |
|---|---|---|---|
| Tujuan | Menjelaskan proses terjadinya sesuatu | Menyampaikan pendapat atau informasi | Menggambarkan objek atau suasana |
| Pola Kalimat | Sebab-akibat, kronologis | Argumentatif | Deskriptif |
| Isi | Fenomena alam atau sosial | Fakta dan opini | Ciri fisik atau karakter |
| Gaya Bahasa | Ilmiah dan formal | Logis dan persuasif | Indrawi dan imajinatif |
Fungsi Sosial Teks Explanation
Selain fungsi edukatif, teks explanation juga memiliki fungsi sosial, yaitu:
-
Sebagai media penyebaran pengetahuan ilmiah.
-
Mendorong masyarakat berpikir kritis dan rasional.
-
Menumbuhkan kesadaran lingkungan.
-
Menjadi dasar bagi inovasi dan penelitian.
Dengan memahami teks explanation, masyarakat dapat lebih ilmiah dan objektif dalam menafsirkan peristiwa di sekitar mereka.
Teks explanation merupakan salah satu jenis teks ilmiah yang bertujuan menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena secara logis, sistematis, dan berdasarkan fakta. Teks ini memiliki tiga struktur utama: pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi. Bahasa yang digunakan bersifat informatif, objektif, dan banyak menggunakan istilah teknis serta konjungsi sebab-akibat.
Pemahaman terhadap teks explanation penting tidak hanya bagi pelajar, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin berpikir lebih rasional dan ilmiah. Melalui teks ini, kita belajar bahwa setiap fenomena memiliki sebab dan akibat yang dapat dijelaskan secara logis, bukan sekadar diyakini tanpa dasar.
Dengan demikian, teks explanation tidak hanya berperan sebagai media pembelajaran bahasa, tetapi juga alat untuk membangun cara berpikir ilmiah dan kritis dalam kehidupan sehari-hari.
MASUK PTN