Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu berusaha memahami berbagai fenomena yang terjadi di sekitar mereka. Mulai dari fenomena alam seperti hujan, gempa bumi, gunung meletus, hingga fenomena sosial seperti kemiskinan, urbanisasi, dan perubahan budaya. Untuk menjelaskan berbagai peristiwa tersebut secara logis dan terperinci, digunakanlah sebuah bentuk teks yang disebut teks eksplanasi.
Salah satu jenis teks eksplanasi yang sering digunakan dalam dunia akademik maupun media ilmiah adalah teks eksplanasi kompleks.
Teks eksplanasi kompleks bukan hanya menyampaikan informasi secara sederhana, tetapi juga menjelaskan hubungan sebab-akibat dan proses terjadinya suatu fenomena secara mendalam. Artikel ini akan mengulas secara lengkap mengenai pengertian, ciri, struktur, kaidah kebahasaan, jenis, serta contoh teks eksplanasi kompleks agar pembaca dapat memahami dan menguasai penggunaannya.
1. Pengertian Teks Eksplanasi Kompleks
Secara etimologis, kata eksplanasi berasal dari bahasa Inggris explanation yang berarti penjelasan. Sementara istilah kompleks mengacu pada sesuatu yang tersusun dari beberapa bagian dan memiliki keterkaitan yang rumit. Dengan demikian, teks eksplanasi kompleks adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena — baik alam maupun sosial — secara mendetail dan menyeluruh dengan menguraikan hubungan sebab-akibat di dalamnya.
Dalam konteks akademik, teks eksplanasi kompleks digunakan untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu fenomena terjadi. Artinya, teks ini tidak hanya mendeskripsikan kejadian, tetapi juga menjelaskan mekanisme dan alasan di balik terjadinya fenomena tersebut.
Menurut Mahsun (2014), teks eksplanasi kompleks merupakan teks yang menjelaskan proses atau sebab-akibat munculnya suatu peristiwa alam atau sosial yang melibatkan beberapa tahap dan memiliki hubungan logis antartahapan. Sedangkan menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017), teks eksplanasi kompleks bertujuan agar pembaca memahami proses terbentuknya suatu kejadian melalui penalaran yang sistematis.
2. Tujuan Teks Eksplanasi Kompleks
Tujuan utama teks eksplanasi kompleks adalah memberikan pemahaman ilmiah tentang suatu fenomena kepada pembaca. Tujuan tersebut dapat dirinci menjadi beberapa aspek berikut:
-
Memberikan informasi faktual tentang peristiwa yang terjadi di alam atau masyarakat.
-
Menjelaskan hubungan sebab-akibat dari suatu fenomena secara logis dan kronologis.
-
Menumbuhkan kesadaran ilmiah agar pembaca berpikir kritis terhadap kejadian di sekitar mereka.
-
Mendorong pembelajaran kontekstual, terutama dalam pendidikan formal di bidang sains dan sosial.
Dengan demikian, teks eksplanasi kompleks bukan hanya bersifat informatif, tetapi juga edukatif karena mengajak pembaca untuk berpikir berdasarkan data dan logika.
3. Ciri-Ciri Teks Eksplanasi Kompleks
Untuk mengenali teks eksplanasi kompleks, berikut beberapa ciri utamanya:
-
Bersifat faktual dan ilmiah
Teks eksplanasi kompleks membahas fakta nyata yang dapat diamati atau dibuktikan. Fakta ini biasanya didukung oleh data atau teori ilmiah. -
Mengandung hubungan sebab-akibat
Struktur penjelasannya menunjukkan keterkaitan antara penyebab dan akibat dari suatu fenomena. -
Disusun secara sistematis dan logis
Penjelasan disusun berdasarkan urutan logis, biasanya dimulai dari pernyataan umum, dilanjutkan dengan proses kejadian, lalu diakhiri dengan kesimpulan. -
Menggunakan istilah teknis
Istilah-istilah khusus sering digunakan, terutama jika teks membahas topik ilmiah seperti geologi, biologi, atau sosiologi. -
Tidak bersifat persuasif
Teks eksplanasi tidak bertujuan memengaruhi pembaca, melainkan murni memberikan penjelasan. -
Berorientasi pada fenomena universal
Objek pembahasannya bersifat umum dan dapat dialami oleh siapa saja, bukan kejadian pribadi.
4. Struktur Teks Eksplanasi Kompleks
Teks eksplanasi kompleks memiliki struktur yang jelas dan sistematis. Umumnya terdiri dari tiga bagian utama:
a. Pernyataan Umum (General Statement)
Bagian ini berisi gambaran umum tentang fenomena yang akan dijelaskan. Biasanya mencakup pengantar berupa definisi, latar belakang, atau pernyataan umum terkait topik yang dibahas.
Contoh:
“Gunung berapi adalah salah satu fenomena alam yang terjadi akibat aktivitas pergerakan magma di dalam perut bumi.”
b. Deretan Penjelas (Explanation Sequence)
Bagian ini menjelaskan secara rinci proses terjadinya fenomena. Deretan penjelas disusun berdasarkan urutan sebab-akibat, waktu, atau tahapan proses.
Contoh:
“Tekanan magma yang meningkat menyebabkan batuan di sekitar dapur magma retak. Retakan ini menjadi jalur keluarnya magma ke permukaan bumi yang kemudian disebut erupsi.”
c. Interpretasi (Interpretation)
Merupakan bagian penutup yang berisi kesimpulan, refleksi, atau pendapat penulis terhadap fenomena yang dijelaskan. Tidak semua teks eksplanasi memiliki bagian ini, tetapi dalam teks eksplanasi kompleks, interpretasi sering digunakan untuk memperkuat pemahaman pembaca.
Contoh:
“Letusan gunung berapi memang berbahaya, namun juga membawa manfaat bagi kehidupan manusia karena abu vulkanik dapat menyuburkan tanah.”
5. Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi Kompleks
Kaidah kebahasaan merupakan ciri linguistik khas yang digunakan dalam penulisan teks eksplanasi kompleks. Berikut beberapa kaidah yang umum digunakan:
-
Konjungsi kausalitas dan kronologis
Seperti: sebab, karena, sehingga, akibatnya, lalu, kemudian, selanjutnya. -
Kata teknis atau ilmiah
Contoh: magma, evaporasi, kondensasi, urbanisasi, deforestasi. -
Verba material (kata kerja tindakan)
Digunakan untuk menggambarkan proses fisik, seperti terjadi, menghasilkan, menyebabkan, mengalir, membentuk. -
Verba relasional
Digunakan untuk menyatakan hubungan atau sifat, misalnya adalah, merupakan, terdiri atas. -
Kalimat pasif
Banyak digunakan untuk menekankan peristiwa, bukan pelaku. -
Nominalisasi
Mengubah kata kerja menjadi kata benda, seperti memanas → pemanasan, mengering → pengeringan. -
Pola kalimat umum ke khusus
Penjelasan dimulai dari pernyataan luas menuju uraian rinci.
6. Jenis-Jenis Teks Eksplanasi Kompleks
Berdasarkan jenis fenomenanya, teks eksplanasi kompleks dapat dibagi menjadi beberapa jenis:
a. Eksplanasi Alam (Natural Explanation)
Menjelaskan proses yang terjadi di alam seperti fenomena geologi, meteorologi, atau biologi.
Contoh: proses terjadinya hujan, pelangi, tsunami, atau fotosintesis.
b. Eksplanasi Sosial (Social Explanation)
Menjelaskan fenomena sosial atau budaya yang terjadi dalam masyarakat.
Contoh: urbanisasi, pengangguran, perubahan sosial, dan globalisasi.
c. Eksplanasi Ilmiah (Scientific Explanation)
Berisi penjelasan ilmiah berdasarkan teori atau hukum sains, seperti hukum Newton, proses fotosintesis, atau daur air.
d. Eksplanasi Campuran
Menggabungkan unsur alam dan sosial, misalnya penjelasan tentang dampak bencana alam terhadap kondisi ekonomi atau sosial masyarakat.
7. Langkah-Langkah Menyusun Teks Eksplanasi Kompleks
Untuk menulis teks eksplanasi kompleks yang baik, ikuti langkah-langkah berikut:
-
Menentukan topik fenomena
Pilih fenomena alam atau sosial yang menarik dan relevan. -
Mengumpulkan informasi
Lakukan riset dari berbagai sumber tepercaya seperti buku, jurnal, atau artikel ilmiah. -
Menyusun kerangka teks
Buat struktur: pernyataan umum → deretan penjelas → interpretasi. -
Menggunakan bahasa ilmiah
Pastikan penggunaan istilah teknis sesuai konteks. -
Menulis secara objektif dan logis
Hindari opini pribadi yang tidak berdasarkan fakta. -
Merevisi teks
Periksa kesesuaian struktur, kebahasaan, dan ejaan agar hasilnya rapi dan konsisten.
8. Contoh Teks Eksplanasi Kompleks
Judul: Proses Terjadinya Hujan
Pernyataan Umum:
Hujan adalah salah satu fenomena alam yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Proses turunnya hujan merupakan bagian dari siklus air yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem.
Deretan Penjelas:
Proses terjadinya hujan diawali dengan penguapan air dari permukaan laut, sungai, dan danau akibat panas matahari. Uap air yang naik ke atmosfer mengalami pendinginan dan berubah menjadi titik-titik air melalui proses kondensasi. Titik-titik air tersebut kemudian membentuk awan.
Ketika awan semakin tebal dan berat, gaya gravitasi menarik partikel air turun ke bumi sebagai hujan. Dalam kondisi tertentu, seperti suhu udara yang sangat rendah, air dapat membeku menjadi salju atau es.
Interpretasi:
Fenomena hujan menunjukkan bagaimana sistem alam bekerja secara seimbang. Tanpa hujan, kehidupan di bumi akan terganggu karena air merupakan sumber utama bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.
9. Perbedaan Teks Eksplanasi dengan Jenis Teks Lain
Teks eksplanasi sering kali disamakan dengan teks deskripsi atau laporan, padahal memiliki perbedaan yang cukup mendasar:
| Aspek | Teks Eksplanasi | Teks Deskripsi | Teks Laporan |
|---|---|---|---|
| Tujuan | Menjelaskan proses terjadinya fenomena | Menggambarkan objek secara detail | Menyajikan hasil pengamatan |
| Fokus | Sebab-akibat dan proses | Ciri-ciri objek | Fakta hasil penelitian |
| Gaya bahasa | Ilmiah, objektif | Imajinatif | Formal dan informatif |
| Struktur | Pernyataan umum, penjelasan, interpretasi | Identifikasi, deskripsi | Pernyataan umum, rincian |
10. Pentingnya Mempelajari Teks Eksplanasi Kompleks
Pemahaman terhadap teks eksplanasi kompleks sangat penting karena:
-
Melatih berpikir ilmiah dan kritis
Pembaca belajar melihat hubungan sebab-akibat dan berpikir logis terhadap fenomena. -
Meningkatkan kemampuan literasi sains
Siswa dan pembaca umum dapat memahami konsep ilmiah dengan bahasa yang mudah. -
Mendorong kesadaran lingkungan dan sosial
Dengan memahami penyebab fenomena alam atau sosial, masyarakat bisa lebih peduli terhadap solusi. -
Menunjang keterampilan akademik
Teks eksplanasi sering dijadikan dasar dalam penulisan laporan penelitian, artikel ilmiah, atau karya tulis.
11. Contoh Fenomena Sosial dalam Teks Eksplanasi Kompleks
Judul: Urbanisasi di Indonesia
Pernyataan Umum:
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang terjadi karena faktor ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Fenomena ini sudah berlangsung sejak awal abad ke-20 dan terus meningkat hingga kini.
Deretan Penjelas:
Faktor utama penyebab urbanisasi adalah ketimpangan pembangunan antara desa dan kota. Kota menawarkan lapangan kerja, fasilitas pendidikan, dan kesehatan yang lebih baik. Akibatnya, penduduk desa berbondong-bondong mencari kehidupan yang lebih layak di kota.
Namun, urbanisasi yang tidak terkendali menyebabkan berbagai masalah baru, seperti kemacetan, kepadatan penduduk, meningkatnya angka pengangguran, dan munculnya kawasan kumuh.
Pemerintah kemudian berupaya mengatasinya dengan program pemerataan pembangunan dan pengembangan kawasan ekonomi desa.
Interpretasi:
Urbanisasi bukan sekadar masalah perpindahan penduduk, tetapi juga cerminan ketimpangan sosial dan ekonomi. Dengan kebijakan yang tepat, urbanisasi dapat menjadi peluang untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Teks eksplanasi kompleks merupakan salah satu bentuk teks ilmiah yang bertujuan menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena secara mendalam, logis, dan sistematis. Ciri utamanya terletak pada penjelasan sebab-akibat serta penggunaan bahasa ilmiah. Struktur teks ini terdiri dari pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi yang saling mendukung.
Kemampuan menulis dan memahami teks eksplanasi kompleks sangat penting dalam dunia pendidikan karena melatih berpikir rasional, kritis, dan analitis. Melalui teks ini, seseorang dapat melihat dunia dengan sudut pandang ilmiah, bukan sekadar berdasarkan asumsi.
Dengan demikian, memahami teks eksplanasi kompleks bukan hanya membantu dalam pelajaran bahasa Indonesia, tetapi juga membentuk cara berpikir yang logis dan sistematis dalam menghadapi berbagai fenomena kehidupan.
MASUK PTN