Loading...
world-news

Teks Deskriptif Materi Bahasa Inggris Kelas 10


Bahasa merupakan alat utama manusia dalam berkomunikasi, mengekspresikan perasaan, dan menyampaikan informasi. Dalam dunia pendidikan, bahasa memiliki berbagai bentuk penyajian teks yang membantu siswa memahami dan memproduksi informasi dengan cara yang efektif. Salah satu bentuk teks yang penting dan sering dipelajari, terutama dalam pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, adalah teks deskriptif.

Teks deskriptif menjadi dasar dalam banyak bentuk tulisan — mulai dari laporan observasi, artikel wisata, hingga profil tokoh. Kemampuan menulis teks deskriptif juga melatih kepekaan pengamatan dan kekayaan kosakata seseorang dalam menggambarkan sesuatu secara detail. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai pengertian, ciri-ciri, struktur, jenis, fungsi, dan contoh teks deskriptif, serta cara membuatnya dengan baik.


1. Pengertian Teks Deskriptif

a. Secara Umum

Teks deskriptif adalah jenis teks yang bertujuan untuk menggambarkan suatu objek, tempat, orang, hewan, atau peristiwa secara rinci sehingga pembaca dapat seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan apa yang dijelaskan penulis. Kata “deskriptif” berasal dari kata “deskripsi” yang berarti penggambaran atau pemaparan secara rinci.

Dengan kata lain, teks deskriptif bukan sekadar memberikan informasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman sensorik bagi pembaca. Misalnya, saat seseorang membaca deskripsi tentang pantai, pembaca seakan dapat merasakan semilir angin laut, mendengar deburan ombak, dan melihat birunya langit.

b. Menurut Para Ahli

  1. Keraf (2007) menyatakan bahwa deskripsi adalah wacana yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya sehingga pembaca dapat mencitrai objek tersebut.

  2. Gorys Keraf (1981) juga menambahkan bahwa tujuan deskripsi adalah menciptakan imajinasi yang hidup dalam benak pembaca.

  3. Mahsun (2014) mendefinisikan teks deskriptif sebagai teks yang menggambarkan karakteristik objek berdasarkan hasil pengamatan atau pengalaman langsung penulis.


2. Tujuan dan Fungsi Teks Deskriptif

Teks deskriptif memiliki tujuan utama untuk menggambarkan objek secara konkret dan mendetail. Namun, secara lebih luas, teks ini memiliki beberapa fungsi penting:

  1. Memberikan gambaran yang jelas tentang suatu objek agar pembaca memperoleh pemahaman yang sama dengan penulis.

  2. Membangkitkan imajinasi pembaca, sehingga seolah-olah pembaca ikut menyaksikan atau mengalami objek yang dijelaskan.

  3. Menjadi sarana ekspresi pribadi, di mana penulis dapat menyalurkan perasaan, kekaguman, atau keprihatinan terhadap objek tertentu.

  4. Sebagai bentuk dokumentasi atas suatu tempat, benda, atau peristiwa yang ingin dikenang atau dipelajari.

  5. Meningkatkan keterampilan menulis, terutama dalam hal penggunaan kosakata, gaya bahasa, dan struktur kalimat yang efektif.


3. Ciri-Ciri Teks Deskriptif

Untuk membedakan teks deskriptif dari jenis teks lainnya, berikut ciri-ciri utamanya:

  1. Menggambarkan sesuatu secara detail berdasarkan hasil pengamatan, bukan opini atau argumen.

  2. Menggunakan kata sifat (adjektiva) yang menggambarkan sifat, bentuk, warna, ukuran, rasa, dan sebagainya.

  3. Menonjolkan pancaindra seperti penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba.

  4. Menggunakan kalimat simple present tense (dalam Bahasa Inggris) karena menggambarkan fakta yang bersifat umum atau tetap.

  5. Bersifat informatif dan deskriptif, bukan naratif (tidak menceritakan peristiwa berurutan).

  6. Mengandung detail fisik dan nonfisik dari objek, misalnya: bentuk tubuh seseorang, kepribadian, atau suasana tempat.


4. Struktur Teks Deskriptif

Struktur teks deskriptif umumnya terdiri atas dua bagian utama:

  1. Identification (Identifikasi)
    Bagian ini berisi pengenalan atau penjelasan umum tentang objek yang akan dideskripsikan. Tujuannya adalah memperkenalkan topik kepada pembaca.
    Contoh:

    “Bali adalah salah satu pulau terindah di Indonesia yang terkenal dengan pantai, budaya, dan keramahan penduduknya.”

  2. Description (Deskripsi)
    Bagian ini merupakan inti dari teks. Di sini penulis menjelaskan ciri-ciri, karakteristik, dan keunikan objek secara detail.
    Contoh:

    “Pantai Kuta memiliki pasir putih yang lembut, ombak yang cocok untuk berselancar, dan pemandangan matahari terbenam yang memukau.”

Beberapa versi juga menambahkan bagian conclusion (kesimpulan) di akhir teks untuk menegaskan kembali kesan atau penilaian penulis terhadap objek.


5. Jenis-Jenis Teks Deskriptif

Teks deskriptif dapat diklasifikasikan berdasarkan objek yang dijelaskan:

a. Deskripsi Tempat (Place Description)

Jenis ini menggambarkan suatu lokasi atau tempat, baik alam maupun buatan manusia.
Contoh: deskripsi tentang gunung, pantai, taman kota, sekolah, museum, atau kota wisata.

b. Deskripsi Orang (Person Description)

Menjelaskan tentang seseorang, baik dari segi fisik maupun kepribadian.
Contoh: deskripsi tentang teman, tokoh publik, pahlawan, atau anggota keluarga.

c. Deskripsi Benda (Object Description)

Menggambarkan bentuk, warna, ukuran, dan fungsi suatu benda.
Contoh: deskripsi tentang rumah, mobil, telepon genggam, atau karya seni.

d. Deskripsi Hewan (Animal Description)

Menggambarkan ciri fisik dan perilaku hewan tertentu.
Contoh: deskripsi tentang kucing Persia, burung merak, atau harimau Sumatera.

e. Deskripsi Peristiwa atau Keadaan (Event/Situation Description)

Menjelaskan suasana atau kondisi suatu peristiwa.
Contoh: deskripsi suasana pasar tradisional di pagi hari atau perayaan upacara adat.


6. Unsur Kebahasaan Teks Deskriptif

Dalam teks deskriptif, terdapat beberapa unsur kebahasaan yang khas:

  1. Penggunaan kata sifat (adjektiva): indah, besar, jernih, ramah, tinggi, dll.

  2. Kata benda (nomina) sebagai objek utama deskripsi.

  3. Kalimat simple present tense (dalam teks bahasa Inggris), misalnya: She has long black hair.

  4. Kata kerja (verba) penghubung seperti “terdiri atas”, “memiliki”, “terletak”, “menunjukkan”.

  5. Kata keterangan tempat dan waktu: di, pada, sekitar, dekat, jauh, dll.

  6. Majas atau gaya bahasa, seperti simile (perbandingan), metafora, dan personifikasi untuk memperindah deskripsi.


7. Contoh Teks Deskriptif

Contoh 1: Deskripsi Tempat

Judul: Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis terletak di selatan Kota Yogyakarta, sekitar 25 kilometer dari pusat kota. Pantai ini terkenal dengan ombaknya yang besar dan hamparan pasir hitam yang luas. Saat sore tiba, langit berubah jingga, dan matahari perlahan tenggelam di balik lautan, menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Di sepanjang pantai, terdapat banyak pedagang makanan lokal yang menjual jagung bakar, kelapa muda, dan aneka jajanan khas pesisir.

Parangtritis juga dikenal dengan kisah mistis tentang Nyi Roro Kidul, ratu pantai selatan. Banyak wisatawan datang tidak hanya untuk menikmati keindahan alamnya, tetapi juga untuk merasakan suasana mistik yang menyelimuti tempat ini. Angin laut yang sejuk, suara debur ombak, dan aroma garam yang khas membuat siapa pun betah berlama-lama di sana.


Contoh 2: Deskripsi Orang

Judul: Guruku, Ibu Sari

Ibu Sari adalah guru Bahasa Indonesia di sekolahku. Beliau berusia sekitar empat puluh tahun dengan rambut hitam panjang yang selalu diikat rapi. Wajahnya lembut dengan senyum yang menenangkan. Gaya bicaranya sopan dan penuh kasih sayang, tetapi tegas saat mengajar.

Beliau selalu mengenakan pakaian sederhana, sering kali batik, dan sepatu hitam yang bersih. Ibu Sari dikenal sebagai guru yang sabar dan perhatian kepada setiap murid. Ia sering memberikan motivasi agar kami rajin membaca dan menulis. Kehadirannya di kelas selalu membuat suasana belajar menjadi menyenangkan.


Contoh 3: Deskripsi Benda

Judul: Sepedaku yang Tua

Sepeda tuaku sudah menemaniku sejak kelas tiga SD. Warnanya biru muda, meski kini catnya mulai pudar. Di bagian setangnya tergantung bel kecil yang suaranya masih nyaring. Roda depannya sedikit bengkok, tapi tetap berfungsi dengan baik.

Meskipun tampak usang, sepeda ini menyimpan banyak kenangan. Aku menggunakannya untuk berangkat ke sekolah, berkeliling kampung, bahkan berpetualang bersama teman-teman. Setiap kali aku melihatnya di sudut halaman, aku teringat masa kecilku yang penuh tawa.


8. Cara Menulis Teks Deskriptif yang Baik

Agar teks deskriptif menarik dan hidup, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Tentukan objek yang akan dideskripsikan
    Pilih sesuatu yang menarik dan memiliki banyak detail untuk dijelaskan.

  2. Kumpulkan data melalui pengamatan langsung
    Amati warna, bentuk, bau, suara, atau perasaan yang muncul dari objek tersebut.

  3. Gunakan struktur yang jelas
    Mulailah dengan identifikasi (pengenalan), lalu lanjutkan dengan deskripsi (penjelasan detail).

  4. Gunakan bahasa yang kaya dan variatif
    Hindari pengulangan kata yang sama, dan gunakan sinonim agar teks lebih indah.

  5. Gunakan pancaindra
    Deskripsi yang baik melibatkan semua indra agar pembaca dapat “merasakan” objeknya.

  6. Gunakan majas atau gaya bahasa
    Misalnya, “air laut biru sejernih kristal” atau “angin berbisik lembut di telingaku.”

  7. Revisi dan perbaiki teks
    Periksa kembali tata bahasa, ejaan, serta kesesuaian antara ide dan kalimat.


9. Peran Teks Deskriptif dalam Kehidupan Sehari-hari

Teks deskriptif tidak hanya ditemukan di buku pelajaran, tetapi juga hadir dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Dalam Media dan Jurnalistik
    Wartawan menggunakan teks deskriptif untuk menggambarkan situasi tempat kejadian secara jelas.

  2. Dalam Dunia Pariwisata
    Brosur, artikel wisata, dan ulasan hotel menggunakan deskripsi agar pembaca tertarik mengunjungi tempat tertentu.

  3. Dalam Dunia Pendidikan
    Siswa dilatih menulis teks deskriptif untuk mengasah kemampuan observasi dan menulis kreatif.

  4. Dalam Iklan dan Promosi Produk
    Deskripsi yang menarik dapat meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen.

  5. Dalam Literatur dan Seni
    Novel, puisi, dan karya sastra banyak mengandalkan deskripsi untuk membangun suasana dan karakter.


10. Kesalahan Umum dalam Menulis Teks Deskriptif

Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat menulis teks deskriptif antara lain:

  1. Terlalu banyak opini pribadi sehingga mengaburkan deskripsi objektif.

  2. Kurang detail, membuat pembaca sulit membayangkan objek.

  3. Struktur tidak jelas, sehingga teks terasa acak dan membingungkan.

  4. Penggunaan bahasa monoton tanpa variasi kata sifat.

  5. Tidak menggunakan pancaindra, sehingga deskripsi terasa datar dan tidak hidup.


11. Pentingnya Teks Deskriptif dalam Pendidikan Bahasa

Dalam kurikulum pendidikan, teks deskriptif menjadi bagian penting karena:

  • Melatih kemampuan observasi dan analisis siswa terhadap lingkungan sekitar.

  • Meningkatkan keterampilan menulis dengan struktur yang sistematis.

  • Mengembangkan kemampuan berpikir imajinatif dan kreatif.

  • Membantu siswa memahami berbagai jenis teks lain seperti naratif dan laporan.

Selain itu, kemampuan mendeskripsikan juga menjadi dasar dalam komunikasi lisan dan tulisan di berbagai bidang, seperti sains, sosial, dan seni.


12. Contoh Penerapan dalam Bahasa Inggris

Berikut contoh teks deskriptif singkat dalam Bahasa Inggris:

Title: My Favorite Place

My favorite place is my grandmother’s garden. It is located behind her small house in the countryside. The garden is full of colorful flowers such as roses, lilies, and sunflowers. The air always smells fresh, and I can hear the sound of birds chirping every morning. In the middle of the garden, there is a small wooden bench where I like to sit and read books.

The garden makes me feel calm and happy. It reminds me of my childhood when I used to play there with my cousins. Every time I visit my grandmother, I never forget to spend some time in that beautiful garden.


Teks deskriptif adalah bentuk tulisan yang menghidupkan imajinasi pembaca melalui penggambaran rinci terhadap suatu objek. Ia tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman sensorik — membuat pembaca seolah hadir di tempat atau situasi yang dijelaskan.

Dalam dunia pendidikan dan komunikasi, kemampuan menulis teks deskriptif sangat penting karena melatih kepekaan, memperkaya kosakata, dan meningkatkan daya ekspresi. Dengan memahami struktur, ciri-ciri, dan gaya bahasanya, siapa pun dapat menulis deskripsi yang menarik, hidup, dan bermakna.