Setiap manusia memiliki kisah hidup yang unik. Ada yang penuh perjuangan, ada yang penuh inspirasi, dan ada pula yang menjadi pelajaran berharga bagi orang lain. Kisah-kisah inilah yang kemudian sering dituangkan dalam bentuk teks biografi.
Teks biografi tidak hanya sekadar catatan kehidupan seseorang, tetapi juga merupakan media untuk memahami nilai-nilai kehidupan, perjuangan, dan karakter tokoh yang diangkat.
Melalui teks biografi, pembaca dapat belajar dari pengalaman hidup orang lain — bagaimana mereka menghadapi tantangan, mencapai cita-cita, dan memberi pengaruh terhadap masyarakat. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai pengertian, ciri-ciri, struktur, jenis, serta langkah-langkah menulis teks biografi, disertai contoh nyata agar mudah dipahami.
1. Pengertian Teks Biografi
Secara sederhana, teks biografi adalah tulisan yang menceritakan riwayat hidup seseorang, baik tokoh terkenal maupun tokoh biasa, dengan tujuan memberi informasi dan inspirasi kepada pembaca.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), biografi berarti “riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain.” Artinya, teks biografi berbeda dengan autobiografi, karena autobiografi ditulis oleh tokoh itu sendiri.
1.1 Tujuan Penulisan Biografi
Tujuan utama penulisan teks biografi antara lain:
-
Menginspirasi pembaca melalui kisah hidup tokoh.
-
Memberikan informasi mengenai perjalanan hidup seseorang.
-
Menyampaikan nilai-nilai moral, sosial, dan kemanusiaan.
-
Menghargai jasa dan kontribusi tokoh terhadap masyarakat atau negara.
2. Ciri-Ciri Teks Biografi
Teks biografi memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari teks naratif lainnya. Berikut ciri-cirinya:
-
Berisi fakta kehidupan tokoh.
Semua informasi dalam biografi harus berdasarkan kejadian nyata, bukan fiksi. -
Menggunakan sudut pandang orang ketiga.
Karena ditulis oleh orang lain, penulis biasanya menggunakan kata ganti “ia”, “beliau”, atau “dia”. -
Mengandung unsur kronologis.
Peristiwa ditulis secara berurutan sesuai waktu kejadiannya, dari masa kecil hingga masa akhir kehidupan tokoh. -
Mengandung nilai inspiratif.
Teks biografi selalu menonjolkan perjuangan, kerja keras, dan keteladanan. -
Memiliki struktur yang sistematis.
Umumnya terdiri atas orientasi, peristiwa penting, dan reorientasi atau penutup.
3. Struktur Teks Biografi
Struktur teks biografi membentuk alur logis yang membantu pembaca memahami perjalanan hidup tokoh secara runtut. Secara umum, struktur teks biografi terdiri dari tiga bagian utama:
3.1 Orientasi (Pengenalan Tokoh)
Bagian ini berisi pengantar tentang siapa tokoh yang dibahas: nama lengkap, latar belakang keluarga, tempat dan tanggal lahir, serta masa kecilnya. Orientasi berfungsi untuk memperkenalkan pembaca pada sosok tokoh secara umum.
3.2 Peristiwa atau Masalah Utama
Bagian inti ini memaparkan perjalanan hidup tokoh, mulai dari masa muda, pendidikan, perjuangan, hingga pencapaian yang diraih.
Biasanya berisi:
-
Peristiwa penting dalam kehidupan tokoh.
-
Hambatan atau tantangan yang dihadapi.
-
Usaha dan strategi dalam mengatasi masalah.
-
Hasil dan pengaruh dari tindakan tokoh tersebut.
3.3 Reorientasi (Penutup atau Refleksi)
Bagian ini berisi kesimpulan atau refleksi tentang nilai-nilai kehidupan yang dapat dipetik dari kisah tokoh. Kadang berisi penghormatan terhadap jasa tokoh atau warisan moral yang ditinggalkan.
4. Kaidah Kebahasaan Teks Biografi
Dalam menulis teks biografi, terdapat kaidah kebahasaan tertentu yang perlu diperhatikan agar tulisan menjadi informatif dan menarik:
-
Menggunakan kata kerja tindakan (verba material):
Misalnya: belajar, bekerja, mendirikan, menulis, berjuang. -
Menggunakan kata kerja mental:
Misalnya: berharap, bercita-cita, berkeyakinan. -
Menggunakan konjungsi temporal (kata hubung waktu):
Misalnya: kemudian, setelah itu, pada akhirnya. -
Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh:
Misalnya: tekun, disiplin, bijaksana, dermawan. -
Menggunakan kalimat pasif dan aktif.
Penulis biografi sering mengombinasikan keduanya agar variasi bahasa lebih hidup.
5. Jenis-Jenis Teks Biografi
Teks biografi dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai aspek, seperti tokoh, isi, atau penulisnya.
5.1 Berdasarkan Tokoh
-
Biografi Tokoh Publik:
Menceritakan kehidupan tokoh terkenal, seperti presiden, pahlawan, ilmuwan, seniman, atau pengusaha sukses.
Contoh: “Biografi Soekarno: Sang Proklamator Indonesia.” -
Biografi Tokoh Nonpublik:
Mengangkat kisah orang biasa yang memiliki perjuangan luar biasa, seperti guru desa, petani sukses, atau relawan sosial.
5.2 Berdasarkan Isi Cerita
-
Biografi Perjalanan Hidup Lengkap:
Menceritakan kehidupan tokoh dari lahir hingga meninggal dunia. -
Biografi Perjalanan Karier:
Fokus pada perjalanan profesi atau kiprah tokoh dalam bidang tertentu.
5.3 Berdasarkan Penulisnya
-
Biografi Autentik:
Ditulis oleh penulis profesional berdasarkan wawancara langsung dengan tokoh. -
Biografi Authorized (resmi):
Ditulis oleh orang lain tetapi disetujui oleh tokoh yang bersangkutan. -
Biografi Unauthorized (tidak resmi):
Ditulis tanpa izin tokoh yang bersangkutan, biasanya untuk tujuan jurnalistik atau penelitian.
6. Langkah-Langkah Menulis Teks Biografi
Menulis biografi membutuhkan ketelitian dan kejujuran dalam menyampaikan fakta. Berikut langkah-langkah yang dapat diikuti:
6.1 Menentukan Tokoh
Pilih tokoh yang menarik dan memiliki perjalanan hidup yang inspiratif. Bisa tokoh sejarah, ilmuwan, tokoh agama, atau seseorang di lingkungan sekitar yang memberi dampak positif.
6.2 Mengumpulkan Data
Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, baik melalui:
-
Buku atau arsip.
-
Artikel dan surat kabar.
-
Wawancara langsung.
-
Sumber dokumenter.
6.3 Menyusun Kerangka Biografi
Buat garis besar urutan peristiwa dari masa kecil, pendidikan, karier, hingga pencapaian tokoh. Susun secara kronologis.
6.4 Menulis Draft Biografi
Mulailah menulis dengan gaya naratif yang mengalir. Gunakan bahasa yang menarik, tidak monoton, dan tetap objektif.
6.5 Menyunting dan Merevisi
Periksa kembali kesesuaian fakta, tata bahasa, dan alur cerita. Pastikan biografi mengandung nilai inspiratif dan pesan moral yang jelas.
7. Contoh Teks Biografi Singkat
Berikut contoh biografi tokoh nasional yang ditulis dengan mengikuti struktur yang telah dijelaskan.
Biografi B.J. Habibie – Teknokrat dan Negarawan Indonesia
Orientasi
Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih dikenal dengan nama B.J. Habibie, lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Ia merupakan anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Sejak kecil, Habibie dikenal sebagai anak yang cerdas, disiplin, dan gemar membaca.
Peristiwa Penting
Setelah ayahnya meninggal dunia, Habibie melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan kemudian mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Jerman pada 1955. Ia meraih gelar insinyur di RWTH Aachen University dengan predikat cum laude.
Habibie kemudian bekerja di perusahaan penerbangan Jerman, Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB). Di sana, ia menjadi salah satu insinyur penting dalam pengembangan struktur pesawat terbang.
Kepiawaiannya membuatnya dijuluki “Mr. Crack” karena ahli dalam menghitung keretakan logam pesawat.
Pada tahun 1973, Presiden Soeharto memintanya kembali ke Indonesia untuk membangun industri teknologi nasional. Habibie kemudian mendirikan IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara), yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia dengan keberhasilan membuat pesawat N-250 “Gatotkaca”.
Setelah Soeharto lengser pada 1998, Habibie menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ketiga. Dalam waktu singkat, ia melakukan berbagai reformasi penting, seperti kebebasan pers dan demokratisasi politik.
Reorientasi
Habibie wafat pada 11 September 2019, meninggalkan warisan besar dalam dunia teknologi dan pemerintahan Indonesia.
Ketekunan, keilmuan, dan nasionalismenya menjadi teladan bagi generasi muda. Ia menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, mimpi sebesar apa pun bisa dicapai.
8. Nilai-Nilai yang Dapat Dipetik dari Teks Biografi
Biografi tidak hanya menceritakan kisah hidup, tetapi juga sarat makna. Beberapa nilai yang dapat dipetik antara lain:
-
Nilai Kerja Keras:
Tokoh-tokoh sukses selalu menempuh perjalanan panjang penuh tantangan. -
Nilai Pendidikan:
Pendidikan menjadi kunci utama dalam membentuk karakter dan keberhasilan seseorang. -
Nilai Kejujuran dan Integritas:
Keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari jabatan, tetapi dari kejujuran dan kontribusi bagi sesama. -
Nilai Kepemimpinan:
Banyak tokoh biografi menunjukkan kemampuan memimpin dengan visi dan keteladanan. -
Nilai Keteladanan Moral:
Kisah hidup seseorang dapat menjadi cermin untuk menilai dan memperbaiki diri.
9. Fungsi dan Manfaat Membaca Teks Biografi
Membaca biografi memberikan banyak manfaat, baik secara intelektual maupun emosional. Berikut beberapa di antaranya:
-
Menambah wawasan sejarah dan budaya.
Biografi sering mengaitkan tokoh dengan konteks sosial dan politik zamannya. -
Memberi motivasi dan inspirasi.
Kisah perjuangan tokoh dapat membangkitkan semangat pembaca untuk berusaha lebih baik. -
Menumbuhkan rasa empati dan nasionalisme.
Biografi tokoh bangsa menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air dan rasa hormat pada jasa pahlawan. -
Melatih kemampuan berpikir kritis.
Pembaca belajar menganalisis sebab-akibat dari setiap keputusan yang diambil tokoh. -
Membangun karakter dan moral.
Pembelajaran dari tokoh biografi dapat menjadi contoh nyata penerapan nilai-nilai luhur.
10. Perbedaan Teks Biografi dan Autobiografi
| Aspek | Biografi | Autobiografi |
|---|---|---|
| Penulis | Ditulis oleh orang lain | Ditulis oleh tokoh itu sendiri |
| Sudut Pandang | Orang ketiga (“ia”, “beliau”) | Orang pertama (“saya”, “aku”) |
| Sumber Informasi | Hasil wawancara, riset, dan dokumentasi | Berdasarkan pengalaman pribadi |
| Objektivitas | Cenderung lebih objektif | Cenderung subjektif |
| Tujuan | Menginspirasi pembaca tentang tokoh | Menceritakan pengalaman pribadi secara reflektif |
11. Contoh Biografi Tokoh Inspiratif Modern
Biografi Nadiem Makarim – Inovator Pendidikan dan Penggerak Digital
Nadiem Anwar Makarim lahir di Singapura pada 4 Juli 1984. Ia adalah anak dari Nono Anwar Makarim, seorang pengacara terkemuka, dan Atika Algadri, seorang aktivis sosial. Sejak muda, Nadiem dikenal cerdas dan kreatif.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Brown University (AS) dan Harvard Business School, Nadiem bekerja di perusahaan konsultan global McKinsey & Company. Namun, semangat kewirausahaannya mendorongnya untuk kembali ke Indonesia dan mendirikan perusahaan rintisan Gojek pada 2010.
Gojek berawal dari layanan ojek berbasis panggilan telepon hingga berkembang menjadi aplikasi super dengan berbagai fitur, seperti GoRide, GoFood, GoPay, dan lainnya.
Keberhasilannya tidak hanya mengubah pola transportasi, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi jutaan orang.
Pada 2019, Nadiem diangkat menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ia memperkenalkan program “Merdeka Belajar”, yang bertujuan menumbuhkan kreativitas dan kemandirian siswa di seluruh Indonesia.
Kisah Nadiem Makarim menunjukkan bahwa inovasi dan pendidikan dapat berjalan beriringan untuk membangun masa depan bangsa.
Teks biografi merupakan salah satu bentuk karya tulis yang tidak hanya mengisahkan perjalanan hidup seseorang, tetapi juga menyimpan nilai-nilai kehidupan yang penting bagi pembacanya.
Melalui biografi, kita belajar tentang arti perjuangan, pengorbanan, ketekunan, dan makna kesuksesan sejati.
Baik tokoh nasional seperti B.J. Habibie maupun tokoh modern seperti Nadiem Makarim, keduanya menunjukkan bahwa kesuksesan selalu diawali dengan mimpi besar, kerja keras, dan niat untuk memberi manfaat bagi orang lain.
Dengan memahami struktur, ciri, dan kaidah kebahasaan teks biografi, kita dapat menulis kisah hidup seseorang dengan lebih menarik, informatif, dan inspiratif.
Biografi bukan hanya tentang masa lalu seseorang, tetapi juga tentang masa depan — karena dari kisah hidup orang lain, kita belajar bagaimana menjalani kehidupan dengan lebih bermakna.
MASUK PTN